Rosberg meraih posisi start terdepan pada balapan terakhir di Hungaria, melaju lebih cepat pada putaran yang menjadi tolak ukur waktunya meski menghadapi dua kali kibaran bendera kuning, yang ditujukan untuk memperingatkan para pembalap mengenai mobil Fernando Alonso yang terpelintir.
Rosberg diperiksa setelah sesi itu, namun para steward menilai sang pebalap telah cukup melambat dan mengizinkan dirinya tetap menghuni posisi start terdepan.
Hamilton, yang saat itu untuk sementara menduduki posisi start terdepan, menghubungi Whiting setelah sesi tersebut. Namun, tindakan jawara F1 2015 itu ternyata disesalkan oleh timnya.
"Sepemahaman saya, Lewis pergi dan menemui Charlie," kata ketua teknik tim Mercedes, Paddy Lowe, dilansir kantor berita Reuters.
"Namun itu bukan untuk meminta peninjauan ulang terhadap putaran Nico -- itu untuk pemahaman dia sendiri mengenai apa yang semestinya dilakukan pada masa yang akan datang, bagaimana hal itu berfungsi bagi dirinya di masa yang akan datang. Menurut saya hal itu disesalkan," tambah Lowe, yang mengatakan Hamilton semestinya mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari timnya.
Namun, Hamilton merasa langkah itu untuk mengklarifikasi mengenai seberapa banyak para pembalap semestinya melambat untuk kibaran bendera kuning sebanyak dua kali, dan bukan agar para steward mengambil tindakan terhadap Rosberg.
"Secara pribadi, ia semestinya mendapat saran dari tim dan kami dapat memperoleh informasi yang diperlukan dari Charlie," tutur Lowe.
Hamilton dan Rosberg, dulunya merupakan teman baik saat masih anak-anak, namun kini menjadi rival jelang GP Jerman pada Minggu (31/07) dengan terpisah enam angka.
Bendera merah untuk menghentikan kualifikasi kini akan dikibarkan setiap kali bendera kuning berkibar dua kali, dimulai pada Grand Prix Jerman akhir pekan ini.