Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot Dewa S Broto menyebut jika pihaknya sama sekali tidak terkejut dengan keputusan Manor untuk mendepak Rio. Pasalnya sejak dua bulan lalu, Kemenpora telah mendengar kemungkinan Manor akan menghentikan kontrak Rio.
“Ini bukan keputusan yang mengejutkan untuk kami, mengingat dua bulan lalu sudah ada wacana Manor untuk menggganti Rio jika kewajiban finansial tidak bisa dipenuhi. Namun keputusan itu kembali diundur sejak kehadiran Abdullah (petinggi Manor ke Jakarta)," ujar Gatot kepada awak media di Kantor Kemenpora.
"Terakhir Juli kesempatan terakhir jika tidak ada sisa dana 7 juta Euro dari 115 juta maka Rio di ganti,” imbuhnya.
Gatot pun mengakui jika selama ini mereka kurang siap untuk membantu Rio berlaga di ajang F1. Penyebabnya, keterbatasan waktu sangat sempit sejak pihak pembalap kelahiran Surakarta tersebut meminta dukungan untuk kiprahnya di ajang Formula 1.
"Kami akui komitmen pemerintah untuk Rio belum rapi. Dari 16 surat yang dikirimkan Kemenpora kepada BUMN yang satu-satunya merespon ialah Garuda yang bersedia memberi bantuan dalam bentuk tiket penerbangan, namun Rio butuh dana segar," kata Gatot menjelaskan.
"Jika Rio nanti tertarik untuk berlaga di ajang F1 pada 2017 kami akan melakukan persiapan yang lebih baik akan kami backup untuk membentuk BUMN Olahraga. Kami tengah membicarakan kemungkinan itu. Yang perlu diperbaiki adalah kepastian di awal siapa yg pegang lead ada tanggung jawab siapa yg memegang,” tutupnya.