Pembalap F1 Kesal Kalah Pamor dengan Pokemon Go

Jumat, 16 September 2016 02:17 WIB
Editor: Dery Adhitya Putra
 Copyright:

Formula 1 kini menjadi milik Liberty Media. Ajang balap jet darat tersebut berpindah kepemilikan setelah dibeli Liberty dengan dana sebesar 3,3 miliar poundsterling, atau setara Rp57 triliun.

Jelang Grand Prix Singapura akhir pekan nanti, pembalap tim McLaren, Jenson Button, memberikan saran kepada perusahaan asal Amerika tersebut dalam mengelola Formula 1.

"Saya tidak begitu tahu mengenai mereka (Liberty Media). Mereka berasal dari Amerika Serikat dan menurut saya itu sebuah hal positif," ujar Button dikutip dari Crash.

"Mereka bisa membuat orang Amerika lebih tertarik dengan Formula 1. Dari yang saya lihat, mereka berniat untuk mengincar penonton muda dan itu sangat kita butuhkan," lanjut juara F1 musim 200 tersebut.


Button ingin F1 menargetkan penonton yang lebih muda

"Kami harus menargetkan para penonton muda. Mereka (Liberty Media) paham apa yang diinginkan generasi muda dengan media sosial dan teknologi. F1 adalah olahraga yang berhubungan dengan kecanggihan teknologi, jadi saat para generasi muda mulai mengenalnya, saya yakin mereka akan menyukainya."

Button mengakui turunnya popularitas F1. Pembalap asal Inggris tersebut ingin F1 lebih terkenal dari Pokemon Go.

"Saya merekam sebuah kejadian kemarin malam dan ini sangat menyeramkan. Segerombolan orang berjalan berbarengan. Kamu tahu karena apa? Pokemon," ucap Button.

"Saya rasa ada sekitar dua ribu orang di dalam mal yang mencari pokemon. Apakah Formula 1 tidak lebih menarik dibandingkan Pokemon Go? Saya rasa tidak. Saya pikir kita bisa membuat Formula 1 lebih baik dari sekarang."

Saat ini Button berada di posisi 15 klasemen sementara F1 dengan raihan 17 poin. Musim ini pembalap berusia 36 tahun tersebut belum pernah naik podium.