Masa depan dunia otomotif Inggris terancam menurun karena Brexit, seperti yang dilaporkan oleh The Sunday People. Ini akan berimbas kepada 4,500 perusahaan di Inggris dan 48,000 karyawan yang mungkin akan kehilangan pekerjaan mereka.
Inggris memimpin dunia otomotif dengan menghasilkan mobil, mesin, dan spare part terbaik yang digunakan di Formula 1 sejak 2005. Seperti mobil Mercedes yang dikendarai oleh tiga kali juara F1 Lewis Hamilton yang dirangkai di Brackley dekat Silverstone, Inggris. Mesin mobil Hamilton juga datang dari daerah di tanah Inggris bernama Brixworth dekat Northampton.

GP Eropa, Juni 2016.
Namun, dengan keluarnya Inggris dari kawasan Uni Eropa membuat negara monarki itu tidak masuk ke dalam pasar Eropa. Hal ini bisa menyebabkan penurunan tajam pada penjualan. Begini gambaran yang mungkin akan terjadi, jika Inggris tak lagi berada di pasar Eropa maka harga yang akan beredar di pasaran mengalami peningkatan drastis. Hal ini bisa berakibat pada penurunan penjualan yang akan diikuti dengan penurunan produksi.
Sebuah riset mengatakan bahwa peran Inggris bisa digantikan oleh perusahaan-perusahaan mesin otomotif dari Prancis, Jerman, Italia, dan Austria. Tim Farron selaku pemimpin Lib Dem yang melakukan riset tersebut, mengingatkan bahwa Brexit berakibat buruk terhadap perusahaan otomotif Inggris.

Mobil Formula 1 dari tim Mercedes AMG.
"Industri motorsport adalah sumber penghasilan Inggris yang tidak terlalu mendapat sorotan, meski menampung lebih dari puluhan ribu karyawan. Semua ini akan menerima dampak buruk setelah regulasi-regulasi Brexit diterapkan," kata Farron dilansir dari Mirror.
Sam Collins, seorang ahli otomotif juga menyuarakan pendapat senada dengan Farron. "Sebuah teknologi terbaru yang mampu mengembangkan efisiensi bahan bakar ditemukan dua tahun lalu. Kini, teknologi itu digunakan di F1. Tak lama lagi, seluruh mobil akan menggunakannya sehingga mampu mengurangi emisi karbon dioksida. Penemuan ini adalah hasil inovasi Inggris," kata Collins.
Sekarang inovasi serupa bisa saja tidak dapat berkembang baik karena Brexit. Saat ini, dua produsen perlengkapan mobil balap terbesar berada di Inggris. Tapi dengan adanya larangan perdagangan, produsen terbesar mungkin akan berpindah ke Prancis atau Italia.
Selain produsen mesin dan spare part, bila Hamilton tidak kembali menemukan celah untuk bisa menyalip pemuncak klasemen, Nico Rosberg, bisa jadi tahta pembalap terbaik pun akan lepas dari tanah Inggris.