Mamola menyebutkan jika FIM yang dipimpin oleh Asosiasi Tim (IRTA) telah menghubungi tim MotoGP untuk memberikan peringatan keras terhadap dua hal yang belakangan terjadi di ajang MotoGP, yakni gerakan ofensif dan perilaku tidak sopan selama kejuaraan.
Para pembalap diharapkan bisa menghindari dua hal tersebut dan petinggi balapan agar bersikap tegas dengan memberi sanksi tegas berupa denda kepada siapa saja yang melanggar aturan tersebut.
Mamola mengklaim jika pesan tersebut ditujukan terhadap aksi tidak terpuji Rossi yang mengacungkan jari tengah kepada Aleix Espargaro. Kejadian tersebut terjadi pada sesi latihan bebas kedua di mana Rossi menganggap pembalap Suzuki itu menghalangi jalannya.

Legenda balap 500cc, Randy Mamola mengkritik pedas perilaku Rossi di ajang MotoGP.
Mamola menilai jika tindakan yang dilakukan Rossi bisa menghasut banyak orang dan berdampak pada hal yang lebih buruk, sehingga FIM merasa perlu untuk campur tangan dalam hal ini.
Lebih lanjut Mamola mengatakan jika hal seperti itu memang terkesan sepele, namun para pembalap perlu mengingat jika para penampilan mereka di atas lintasan disaksikan dan akan selalu diingat oleh banyak orang.
"Anda harus berhati, karena apa yang terekam bisa menimbulkan banyak permasalahan. Pada hari Sabtu, Nicolo Bulega menjadi pembalap pertama yang didenda 300 Euro untuk kelakuan sama yang telah dilakukan oleh bosnya di tim VR46," tulis Mamola dalam kolom Motorsport.

Rossi sempat terlibat perang mulut dengan Lorenzo dalam konferensi pers di Misano.
Selain itu, Mamola juga mengkritisi kejadian adu mulut yang terjadi antara Rossi dan rekan setimnya Jorge Lorenzo dalam sesi konferensi pers di Misano. Mamola menilai jika Rossi kurang memiliki tata krama dalam menjawab sesi konferensi pers itu.
"Pembalap Italia itu kurang tata krama dan cenderung ingin menyela saat orang lain mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan," tambahnya.
"Solusinya adalah menemukan seseorang yang bersedia mengajarkan kepada Valentino apa yang diajarkan di Taman Kanak-kanak, untuk tidak mengganggu ketika seseorang sedang berbicara," tuntas Mamola.