Pembalap handal Indonesia yang menembus kancah dunia dapat dikatakan sangatlah minim. Indonesia saat ini hanya memiliki Rio Haryanto yang sukses membalap di kancah F1.
Namun, selain Rio, sepertinya tidak banyak pembalap Indonesia lainnya yang bisa berkarier di ajang balap jet darat. Memang permasalahan regenerasi menjadi hambatan di olahraga otomotif.
Seperti diutarakan oleh Ketua Umum IMI, Sadikin Aksa yang menjelaskan soal kesulitan PP IMI dalam melakukan regenerasi dan pembibitan. Baginya, olahraga otomotif memiliki perbedaan dengan olahraga olimpik lainnya dalam menciptakan pembibitan atlet-atletnya.

“Ini yang harus kita jelaskan, IMI berbeda dengan olahraga olimpik lainnya dalam melakukan pembibitan. Olahraga kita dapat dikatakan olahraga mahal atau olahraga buang duit,” jelas Sadikin Aksa.
“Kedua, saat ini Indonesia tidak memiliki sirkuit yang memadai. Sekarang bagaimana kita membina atlet kalau kita tidak punya fasilitas untuk membentuk pembalap,” imbuhnya.
“Saat ini saja 98 persen event balap dilakukan di jalanan, jadi sulit untuk kita mengukur talenta bibit kita,” lanjut Sadikin Aksa.
Namun meski begitu, Sadikin Aksa bersama IMI sudah memiliki konsep guna melakukan pembibitan pembalap untuk meneruskan jejak Rio Haryanto. Dia pun mengaku akan mencoba menggandeng pemerintah terkait program ini.
Ketua Umum IMI, Sadikin Aksa
“Sebenarnya sudah ada konsep yang coba saya bawa dalam pembibitan pembalap muda. Tapi kembali tak bisa dipungkiri masalah sirkuit sedikit menjadi kendala,” sambungnya.
“Bayangkan sekarang kita hanya bisa menggelar event balap kejuaraan bebek itu sudah mentok. Tapi di dunia sudah ada Moto2, MotoGP atau F1. Tapi, kita IMI akan mencoba berbicara kepada Kemenpora terkait pembinaan nantinya,” tutup Sadikin Aksa.