Menurut berita yang dilansir laman resmi F1, Renault telah mengonfirmasi Jolyon Palmer sebagai pendamping Nico Hulkenberg untuk F1 2017. Ketua Sport Racing Renault, Jerome Stoll, berkata timnya mempertahankan Palmer karena performanya yang kian berkembang musim ini.
“Kami senang dapat menjaga Jolyon sebagai pembalap kami untuk musim 2017. Jolyon telah memperlihatkan keinginan kuatnya untuk berkembang bersama kami sebagai tim, dan kami telah sangat berkesan dengan perkembangan performanya yang sangat kuat musim ini,” papar Stoll.
BREAKING: @JolyonPalmer secures second @RenaultSportF1 seat for 2017 >> https://t.co/zuLpReqlIv #F1 pic.twitter.com/17sCvq90RF
— Formula 1 (@F1) November 9, 2016
“Kami percaya kombinasi Jolyon dan Nico Hulkenberg menawarkan kekuatan mengemudi yang hebat dalam mencapai tujuan kami. Jolyon memahami semangat tim dan memotivasi semua yang bekerja dengannya. Saya yakin memiliki Nico di dalam tim, akan mendorong Jolyon untuk kesuksesan yang lebih hebat lagi,” tuturnya.
Kepastian ini pun menutup pintu bagi pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, untuk kembali beraksi di ajang Jet Darat bergengsi dunia tahun depan.
Meski sebelumnya manajer Rio, Piers Hunnisett, menegaskan tidak ada kesempatan sama sekali bagi pembalap kelahiran Surakarta itu untuk membalap di Renault musim depan.
“Tidak ada kesempatan bagi Rio (Haryanto) untuk bergabung dengan Renault musim depan,” ucap Piers.
“Alasannya karena masalah kebangsaan dan pengalaman Rio sendiri. Renault menganggap Indonesia bukanlah pasar yang menjanjikan untuk mereka,” sambungnya.

Manor dan Sauber, merupakan dua opsi maksimal yang dimiliki Rio Haryanto untuk kembali ke F1 2017.
Tak pelak kepastian ini mengerucutkan opsi tim bagi Rio untuk kembali musim depan. Dua tim yang berpotensi kuat dapat dibela pembalap berusia 23 tahun itu, adalah Manor dan Sauber.
Manor merupakan timnya musim ini, sebelum Rio diberhentikan karena bayarannya yang tidak lunas kepada tim asal Inggris itu, hingga Rio turun kasta menjadi pembalap cadangan. Sementara Sauber punya kans menjadi tim barunya, jika Felipe Nasr hengkang.
Masalah dana, sponsor, masih jadi hal yang diusahakan Rio agar bisa kembali mengaspal sebagai pembalap F1 musim depan, terutamanya karena dukungan minim pemerintah Indonesia kepadanya.