Malaysia telah mengkonfirmasi untuk tidak memperpanjang kontrak penyelenggaraan balap Formula 1. Namun hal ini baru akan terjadi pada 2019, mengingat Malaysia telah meneken kontrak penyelenggaraan Formula 1 dari 2016 hingga 2018 mendatang.
"Kontrak yang ada saat ini berlaku dari 2016 hingga 2018. Setelah itu berakhir, tak akan ada lagi balapan Formula 1 di sini," kata Menteri Pariwisata dan Budaya Malaysia, Nazri Abdul Aziz.
Nico Rosberg saat tampil di GP Malaysia 2016.
Biaya penyelenggaraan balapan yang dinilai terlalu tinggi menjadi alasan keputusan tersebut. Apalagi kasta tertinggi balapan mobil ini kurang populer di Negeri Jiran.
Selain penjualan tiket yang minim, penonton televisi di Malaysia juga tak terlalu berminan dengan balapan jet darat ini. Hal ini menyebabkan Malaysia mengalami besar pasak daripada tiang setiap kali menyelenggarakan balapan.

Menurut Aziz, biaya penyelenggaraan balapan telah meningkat tajam hingga 10 kali lipat dari gelaran GP Malaysia pertama. Setiap tahunnya Malaysia harus merogoh kocek hingga Rp1,3 triliun untuk menyelenggarakan balapan. Hal yang sama terjadi di Singapura yang harus mengeluarkan sekitar Rp2 triliun untuk menyelenggarakan balapan setiap tahunnya.
"Jumlah penonton terus berkurang dan balapan semakin tak menarik," kata Aziz lagi.