Valentino Rossi gagal meraih gelar juara setelah Marc Marquez mengunci gelar lebih cepat, yaitu diajang MotoGP Jepang pada 16 Oktober 2016 lalu. Finish di posisi dua di akhir musim, ia mengaku musim 2016 berlalu dengan hasil positif.
Bagi The Doctor, ia dan tim telah bekerja keras untuk dapat tampil dengan baik musim lalu. Karenanya bagi dia, menjadi runner up bukanlah sesuatu yang mengecewakan.

"Menurut saya, musim lalu adalah musim yang paling positif. Saya tak bisa bilang finish di posisi dua merupakan hasil negatif," katanya.
Pembalap 37 tahun itu mengaku dirinya tak cukup beruntung untuk meraih gelar juara dan harus puas berada di posisi dua. Namun demikian, dalam persaingan ketat yang terjadi musim lalu, keberhasilannya finish di urutan dua justru menjadi bukti bahwa Rossi masih dapat tampil bersaing.

Valentino Rossi dan Marc Marquez saat adu cepat di MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, (4/09/16).
"Tapi kondisi saat ini jauh lebih terang. Kami sudah mendapat gambaran lebih detail mengenai seri motor MI 2017 yang akan kami kendarai nanti, dan saya berani bilang bahwa kami punya potensi lebih bagus dari motor 2016," tutur Rosi.
Dengan motor baru tersebut, Rossi pun mengaku masih punya peluang untuk meraih gelar juara dunia musim depan. "Saya tak tahu pastinya yang akan menjadi juara dunia 2017, tapi yang punya peluang adalah (Marc) Marquez, (Jorge) Lorenzo, saya, dan (Maverick) Vinales," katanya.