Hamilton sepertinya masih belum bisa melupakan sakit hati pada musim Formula 1 2016 lalu. Pasalnya, dirinya harus merelakan gelar juara diraih oleh rekan satu timnya saat itu, Nico Rosberg.
Pembalap asal Jerman itu berhasil meraih gelar juara Formula 1 pertamanya setelah harus mati-matian melepaskan diri dari kejaran Hamilton. Di akhir musim, Rosberg mengumpulkan 385 poin, dan memiliki 5 poin lebih banyak dari Hamilton yang berada di posisi 2.
Tidak ingin kembali kalah bersaing dengan kekalahan menyakitkan, Hamilton pun dengan tegas mengatakan bahwa sebaiknya sesama rekan satu tim tidak menyontek informasi data antara satu sama lainnya.
Hamilton sepertinya ingin meniru pembalap MotoGP, Valentino Rossi. Saat itu, The Doctor juga tidak mau berbagi data dengan Jorge Lorenzo.

Nico Rosberg menjadi juara setelah kejar-kejaran poin dengan Lewis Hamilton.
"Saya tidak ingin ketika saya melakukan uji coba mobil, seseorang datang dan melihat hasil yang telah susah payah saya raih," ujar pembalap berusia 32 tahun tersebut, dilansir dari Motorsport.
"Sebagai contoh, ketika kami menentukan titik pengereman, benturan yang terjadi, serta pemilihan lajur di trek, hal-hal tersebut dapat membuat Anda melaju cepat ketika menikung. Dan dengan adanya data tersebut, seseorang bisa dengan cepat menirunya dan menjadi lebih cepat di balapan," tambahnya lagi.

Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas akan menjadi duo pembalap Mercedes di Formula 1 musim 2017.
Menurutnya, mudahnya sesama rekan satu tim melihat data pembalap membuat para drivers baru menjadi lebih mudah untuk menyesuaikan diri. Namun, Hamilton merasa hal tersebut tidak sepatutnya terjadi.
Pemilihan seorang pembalap sebaiknya dinilai berdasarkan kualitas yang ia punya, bukan meniru catatan atau data seseorang untuk menjadi lebih cepat.
"Saya rasa mereka merekrut saya karena sayalah yang terbaik. Karena saya memiliki keinginan untuk belajar, dan juga telah memenangi setiap kompetisi yang saya ikuti. Dan sekarang Anda ingin merekrut seseorang dengan harapan ia akan memenangkan sebuah gelar dalam prosesnya, dengan segala kebutuhan yang akan ia dapatkan nanti," tukas peraih gelar juara F1 tiga kali tersebut.

Lewis Hamilton merasa seharusnya pembalap mengeksplor bakatnya melalui uji coba, dan bukan meniru informasi data.
"Mereka seharusnya mampu mendapatkan segala kebutuhan yang dimiliki di luar sana, dengan kemampuannya sendiri. Anda bisa saja merekrut seorang pemuda dari Formula 3 dan memintanya untuk meniru gaya membalap saya dalam sebuah simulasi setiap hari. Pada akhirnya ia akan dapat menyaingi saya di lintasan balap," kata Hamilton.
"Tapi semua itu tidak sepatutnya terjadi, ia seharusnya bisa mengeksplor bakat dan batasan yang ia miliki. Itulah yang menjadi sebuah tantangan sebagai seorang pembalap," pungkasnya.