Valentino Rossi mengalami momen pramusim MotoGP 2017 yang buruk. Ia bahkan harus memulai balapan seri perdana di posisi kesepuluh saat Grand Prix Qatar, Senin (27/03/17). Namun pada akhirnya, ia membuktikan bahwa pengalaman dan kemampuannya masih mampu membawanya naik podium. Ia finish ketiga, di belakang Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso.
Rossi yang pada tahun ini genap berusia 38 tahun, sudah mengantongi tujuh gelar juara MotoGP. Untuk bersaing dengan pembalap-pembalap muda nan menjanjikan seperti Vinales dan Marquez, ia mengakui butuh motivasi dan beban lebih.
"Saya harap kami dapat bekerja lebih baik dan punya lebih sedikit masalah, tetapi setiap trek berbeda. Saya memahaminya dalam setiap balapan. Tiap uji coba berbeda. Jujur, saya cukup tua, jadi lebih sulit membalap jika tanpa motivasi dan tekanan dari balapan," tutur The Doctor kepada Tuttomotori.
Rossi pun membeberkan sesi pramusimnya yang kurang beruntung, bila dibandingkan dengan rekan barunya, Maverick Vinales. Padahal mantan pembalap Suzuki itu baru bergabung dengan Yamaha di musim ini.
"Kami sudah memperbaiki bagian depan motor. Jujur, waktu lap saya di sesi latihan bebas kedua belum bagus, tapi kami mengalami masalah lain. Sebagai perbandingan dengan Maverick, ia sangat kuat padahal pertama kali mengendarai motornya. Ia merasa jauh lebih baik jadi ia lebih maju daripada saya. Namun pada sesi hari Jumat (24/03/17) di Qatar, saya pertama kalinya merasa baik. Sejak itu, kami bekerja dengan lebih cerdik," jelasnya.