x

Pembalap dan Komentator MotoGP Asal Jerman Meninggal Dunia

Senin, 12 Maret 2018 16:50 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Arum Kusuma Dewi
Ralf Waldmann beraksi pada 1994.

Bintang motor Grand Prix Ralf Waldmann dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (11/03/18). Mantan pembalap berkebangsaan Jerman tersebut meninggal di sebuah kota kecil Ennepetal, Jerman bagian Barat.

Ralf Waldmann adalah juara kedua dua kali di dalam kejuaraan motor 250cc. Waldmann yang meninggal dunia di usia 51 tahun juga pernah memenangkan  20 Grand Prix di masa aktif kariernya.

Dunia MotoGP benar-benar kehilangan sosok pakar yang sangat terpandang di dunia seorang pembalap yang juga komentator di masa kini.

Baca Juga

MotoGP pada hari Minggu pagi melalui halaman resminya mengungkapkan duka mendalam, “Kami berduka cita atas kematian juara Grand Prix Ralf Waldmann, doa kami bersama teman-teman dan keluarganya.”


1. Serangan Jantung

Ralf Waldmann saat bertugas sebagai komentator.

Kematian Waldmann diduga akibat serangan jantung. Mantan pembalap tersebut meninggal dalam usia 51 tahun. Saat masih membalap, Waldmann merupakan pesaing berat pembalap MotoGP asal Italia, Max Biaggi.

Waldmann hingga saat ini bekerja untuk Eurosport sebagai komentator MotoGP. Dilansir laman Eurosport, Susane Aigner, selaku Direktur Manajer Discovery Networks Jerman menyatakan terkejut atas meninggalnya legenda MotoGP tersebut.

“Kami terkejut mendengar kematian kolega terpandang dan tercinta kami, Ralf Waldmann, yang dikenal sebagai ahli MotoGP paling berpengetahuan dan berpengalaman. Kami akan sangat merindukannya,” kata Susane.


2. Karier Waldmann

Ralf Waldmann.

Waldmann sudah dua kali menjadi runner-up di kejuaraan dunia 250cc, telah membalap secara reguler dalam balapan grand prix antara tahun 1986 dan 2002, dan melakukan one-off return pada tahun 2009.

Waldmann juga menempati posisi ketiga di klasemen 125cc pada musim 1991-92. Ketika itu dia dua kali menjadi juara kelas 125 cc dalam GP Jerman dan GP Belanda.

Kemenangannya di balapan 250cc di Donington Park pada tahun 2000 telah menjadikannya legenda, salah satu yang terbesar sepanjang masa, saat ia kembali dari ketertinggalan untuk memenangkan perlombaan di tikungan terakhir.

Pencapaian terbaik Waldmann adalah di tahun 1996 ketika dia mampu menjuarai empat seri balap kelas 250 cc bersama tim Honda, masing-masing di GP Belanda, GP Jerman, GP Austria, dan GP Imola.


3. Penghormatan untuk Waldmann

Max Biaggi.

Penghormatan tak lupa dikirimkan oleh para kolega Waldmann selama masa hidupnya. Salah satunya termasuk rival bebuyutannya dari Italia, Max Biaggi, yang dua kali mengalahkan Waldmann untuk gelar 250 cc pada 1996-97.

"Dia adalah seorang pejuang tangguh di trek namun seorang pria yang sangat lembut dan lucu di luar trek. Terlepas dari persaingan kami, tidak pernah ada masalah dengannya. Dia sosok berjiwa besar," tutur Biaggi pada Gazzetta Dello Sport.

Bintang MotoGP ternama Jorge Lorenzo juga tak lupa mengirimkan tribute melalui akun Twitter-nya, @lorenzo99. “Tenanglah dalam damai, juara. #RalfWaldmann."

Rasa duka cita juga datang dari sang pembalap Superbike asal Inggris, Neil Hodgson. "Sedih sekali mendengar kabar tentang Ralf Waldmann, seorang pria lembut yang selalu tersenyum. Saya tidak akan melupakan betapa cepatnya ia di masa-masa balapan 125 cc. Beristirahatlah dalam damai, temanku."

MotoGPMax BiaggiGrand Prix Belanda 1973MotoGP 2018

Berita Terkini