x

Mantan Rider Ungkap Adanya Jual Beli Kursi di MotoGP

Sabtu, 29 Desember 2018 16:07 WIB
Penulis: Hesti Puji Lestari | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
Pembalap MotoGP, Marc Marquez (depan) dan Andrea Iannone menggunakan jas hujan khusus pada latihan bebas pertama di MotoGP 2018 Valencia.

INDOSPORT.com - Mantan pebalap MotoGP, Scott Redding, mengatakan bahwa beberapa pebalap telah membayar demi mendapatkan tempat mereka di MotoGP.

Redding menjadi bagian dari paddock MotoGP sejak 125cc 2008 lalu. Namun saat ini, dirinya telah meninggalkan kelas utama karena dirinya di Aprilia telah digantikan oleh Andrea Iannone.

Dilansir dari Auto Sport, mantan runner-up Moto2 ini akan bersaing di British Superbikes dengan tim PBM Ducati tahun depan. Namun, ada kabar menarik yang membuat Redding kecewa dengan Grand Prix.

Baca Juga

Masih dilansir dari sumber yang sama, dirinya mengatakan bahwa perebutan kursi balapan dengan cara suap atau berbayar merupakan faktor besar kekecewaannya dari GP.

"Ini semua bisnis, semua uang. Itulah masalahnya sekarang. Begitulah yang terjadi," kata Redding.

"Untuk orang-orang yang masuk balapan sekarang, berapa banyak orang yang membayar demi membalap? Ini adalah balapan kejuaraan dunia, terlepas dari apakah itu Moto3, Moto2, MotoGP," ujar pebalap berusia 25 tahun itu.

Redding juga mengungkapkan bahwa tim di MotoGP akan mengutamakan pebalap yang mau membayar untuk mewakili mereka dalam kejuaraan.

Baca Juga

"Bahkan jika tim memiliki anggaran, mereka masih mengenakan biaya untuk pengendara yang perlu membayar. Mereka bisa, karena orang-orang bersedia membayar. Tetapim kemudian kamu tidak mendapatkan hasil yang terbaik dari yang terbaik," tambah Redding.

Masalah jual-beli kursi juga membuat Redding tidak mau ke Moto2.

"Itu sebabnya aku tidak pergi ke Moto2. Saya tidak akan pernah naik gratis, karena itu adalah pekerjaanku, dan aku pasti tidak akan membayar," kata Redding.

Ikuti terus berita MotoGP dan olahraga lainnya hanya di INDOSPORT.COM

MotoGPScott Redding

Berita Terkini