x

Mengenal Slipstream, Teknik 'Licik' Pembalap Ducati yang Bikin Joan Mir Gagal Podium

Selasa, 30 Maret 2021 12:38 WIB
Editor:
Pembalap MotoGP Suzuki Ecstar, Joan Mir.

INDOSPORT.COM - Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir harus mengalami nasib sial di seri pembuka MotoGP 2021 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, pada Senin (28/03/2021) dinihari WIB.

Sepanjan balapan, Joan Mir tampil impresif dan berpeluang besar mengakhir lomba dengan naik podium. Hal itu bisa dilihat dari semangat juang Mir yang harus start darli posisi bawah, mampu melesat ke posisi depan.

Namun sayangnya, pembalap 23 tahun itu gagal menyentuh garis finis di detik-detik terakhir karena disalip oleh dua pembalap Ducati, Johann Zarco dan Francesco Bagnaia.

Baca Juga
Baca Juga

“Memang benar saya memiliki banyak momentum. Saya sudah melihat garis finis, tapi jaraknya tidak cukup untuk melawan dua pebalap Ducati yang sangat marah di belakang saya,” ujar Mir dikutip dari Speedweek, Senin (29/3/2021).

Alhasil pembalap Suzuki itu harus berjiwa besar merelakan podium pertamanya musim ini kepada dua pembalap Ducati tersebut, karena hanya finis di posisi keempat di GP Qatar musim 2021 ini.

Meski demikian, Mir terlihat santai menanggapi hasil MotoGP Qatar 2021 dengan tetap positif.

“Akhirnya saya menemukan sensasi musim lalu dengan motor. Saya butuh waktu, mungkin sedikit terlalu banyak, tetapi saya berhasil. Balapan hari ini sangat positif,” ucap Mir. 

“Saya mencoba mengatur ban sebaik mungkin dan kemudian mendorong di bagian akhir. Sayang sekali tidak naik podium,” lanjutnya.

Namun usai balapan, sebuah perdebatan muncul di kalangan para pecinta MotoGP dunia dalam momentum Joan Mir yang dibalap oleh duo Ducati dengan teknik slipstream. Apa itu slipstream?


1. Mengenal Slipstream

Pembalap MotoGP seri saat start dari grid, MotoGP di Algarve, Portugal.

Banyak netizen yang beranggapan bahwa teknik tersebut cukup licik. Dilansir dari Boxrepsol.com, slipstream adalah efek aerodinamis yang menguntungkan pembalap di belakangnya.

Sebab, kendaraan di belakang tidak merasakan gesekan udara sehingga bisa meningkatkan kecepatan karena sudah ada kendaraan di depannya. 

Itulah kenapa saat di trek lurus, para pebalap berbaris untuk melakukan teknik tersebut. Slipstream juga bermanfaat saar menikung, tapi paling efektif saat dilakukan di trek lurus.

Baca Juga

Slipstream yang dilakukan oleh dua pembalap Ducati, Zarco dan Bagnaia  di GP Qatar kemarin, sejatinya dianggap normal. Tapi akan menjadi kontroversi saat dilakukan di sesi latihan bebas atau parahnya lagi dalam sesi kualifikasi.

Sebab, dua sesi tersebut para pembalap tengah fokus untuk mencatatkan waktu terbaik agar bisa start di tempat terbaik. 

Namun jika ada pembalap yang melakukan teknik tersebut di kedua sesi tersebut, hal itu dianggap melanggar aturan dan tidak adil atau curang. Pembalap bisa mengadukannya ke pihak Race Direction jika merasa dirugikan.

Baca Juga

Race Direction berhak memberikan sanksi, dari yang paling ringan hingga paling berat. Sanksinya bisa tidak dihitung catatan waktunya, mundur starting grid, hingga start dari grid paling belakang.

Sementara itu klasemen MotoGP 2021 sementara dipimpin oleh Maverick Vinales yang finis diposisi pertama MotoGP Qatar dengan raihan 25 poin, sementara Joan Mir yang finis di posisi keempat mendapat perolehan 13 poin.

MotoGPDucatiSuzukiMotoGP QatarJohann ZarcoFrancesco BagnaiaJoan MirMotoGP 2021

Berita Terkini