x

Kisah Perjalanan Karier Rifat Sungkar, Mampu Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Senin, 18 Oktober 2021 06:10 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Juni Adi
Potret saat kemenangan Rifat Sungkar di Kejurnas Sprint Rally 2019, Minggu (08/09/19).

INDOSPORT.COM – Pembalap Indonesia, Rifat Helmy Sungkar atau lebih dikenal Rifat Sungkar menceritakan kisah perjalanan kariernya hingga mampu harumkan nama Tanah Air di kancah dunia lewat ajang motorsport.

Nama Rifat Sungkar tentu sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia karena selain merupakan suami dari aktris ternama Sissy Priscillia, ia juga merupakan tokoh pembalap nasional.

Motorsport sudah ada dalam darahnya sejak kecil, mengingat ia dibesarkan di tengah keluarga pereli dan kini menjadi generasi keempat. Meski demikian, kariernya di ajang motorsport tak didapatkan dengan mudah begitu saja.

Baca Juga
Baca Juga

Hal tersebut diungkapkan oleh pria berusia 42 tahun itu melalui sebuah unggahan terbaru di kanal YouTuber-nya berjudul “CHAMPION & BEYOND” pada Minggu (17/10/21).

Dibesarkan di keluarga yang memiliki darah pembalap membuat Rifat Sungkar ingin memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk bergabung di ajang balap.

“Background orang tua saya itu adalah penyelenggara olahraga bermotor Indonesia, baik roda 2 maupun roda 4. Karena saya punya akses untuk belajar maka saya mencoba ikutan, ‘Pah boleh gak daftar gratis dong, gak punya uang nih’,” kata Rifat Sungkar.

“’Oh gak masalah, itu sponsor dari papah, tapi kalau menang juga gada dapet duit’. Gak semudah dan gak seindah yang diceritain orang-orang banyak, tapi gak banyak orang tau kalau mobil itu harus bayar sendiri, orang tua saya gak support, risiko juga ditanggung sendiri,” imbuhnya.

Baca Juga
Baca Juga

Meski menyadari karier dalam dunia balap bakal dijalani dengan tak mudah, namun ayah dua anak itu menyesal karena bisa merasakan kerja keras yang secara perlahan membuahkan hasil.

Pasalnya, Rifat mulai menjuarai sejumlah kejuaraan nasional pada 1996 dan berlanjut pada tahun-tahun setelahnya. Ia pun mulai menggandang sejumlah sponsor salah satunya ialah Pertamina.

Rifat Sungkar pernah mencicipi lima kali juara nasional secara beruntun. Ia pun mulai menargetkan untuk menjadi juara di kompetisi internasional, dengan mulai ikut kejuaraan Asia Pacific Rally Championship (APRC).


1. Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Rifat Sungkar, pembalap Indonesia

Saat mengikuti APRC ia sempat dipandang sebelah mata oleh peserta lain, karena nama Indonesia tak begitu familiar dan prestasinya belum mentereng kala itu, lantaran hanya sebatas menjadi juara di ajang nasional.

“Rifat kamu background-nya apa? Kok bisa sampai New Zealand. Oh saya lima kali juara nasional Indonesia. Oh gitu jadi lo ikan yang gede di kolam yang kecil ya. Perumpamaannya lo hebat tapi kita gada yang kenal sama lo. Kalau mau jadi ikan yang gede, bertanding di sini” tuturnya.

Namun meski sempat dianggap remeh, namun nyatanya dari 87 peserta ia mampu membuktikan kualitasnya dengan menjadi juara umum ketiga. Bangganya lagi, ia dan Pertamina selaku sponsornya bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya di tempat yang asing.

Ia juga mengungkapkan menjadi seorang pembalap perlu melakukan personal branding, untuk mempopulerkan diri dan menyenangkan sponsor agar tetap bisa bertahan.

Salah satu yang dilakukannya ialah pergi ke Amerika Serikat, untuk mempopulerkan produk lokal dan membuktikan kemampuan Indonesia. Ia kemudian menerima tantangan untuk balapan di World Rally Championship (WRC) dengan mobil diesel seperti Pajero.

Dari 200 peserta ia satu-satunya pembalap yang menggunakan mobil diesel pada 2015, meski sempat mengalami kesulitan hingga crash. Namun ia tetap belajar dari kesalahan, hingga akhirnya mampu menjadi juara satu diantara 200 mobil.

Rifat Sungkar pun sempat menyatakan diri akan pensiun pada usia 45 tahun, dan bakal memberikan dukungan untuk generasi muda agar tak kalah cepat dengan dirinya.

“Di umur saya 45 saya akan berhenti dari balapan, pasti. Bukan karena gak bisa nyetir, dan bukan semata-mata mau kasih kesempatan gratis buat orang biar menang gantiin saya, karena gak gitu prinsipnya.

“Saya akan kasih pressure yang besar untuk generasi berikutnya, karena dari dulu saya gak dapetin menang tuh gampang, saya dapetin menang tuh susah. ‘Rifat tuh udah mulai pelan, enggak, bukan. Mereka yang udah mulai kenceng. Gue pasti bangga banget,” jelasnya.

Rifat SungkarReliWRCBerita OlahragaBerita SportBerita Otomotif

Berita Terkini