Oase

Mantan Wapres Jusuf Kalla Mengaku Pernah Dituduh Bagian dari Taliban

Jumat, 20 Agustus 2021 08:47 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© online24jam.com
Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Copyright: © online24jam.com
Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

INDOSPORT.COM - Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla atau yang biasa disapa JK, mengaku pernah dituduh sebagai bagian dari Taliban, kelompok garis keras di Afghanistan.

Pengalaman itu JK sampaikan dalam webinar publik "Memperkokoh Jembatan Kebangsaan: Belajar Mediasi Konflik dari Pengalaman Jusuf Kalla".

Webinar dilaksanakan secara virtual oleh PUSAD Paramadina dan Universitas Paramadina dalam rangka merayakan hari proklamasi, Kamis (19/82021).

Selain menjabat sebagai wakil presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019, JK juga dikenal sebagai mediator ulung. Dia berjasa memediasi konflik-konflik kekerasan di dalam negeri antara lain di Ambon, Poso, dan Aceh.

Selain itu, dia juga pernah berusaha memediasi konflik-konflik internasional di Afghanistan, Malaysia, Palestina, dan lainnya.

Terkait keterlibatannya dengan kelompok Taliban, JK menyatakan bahwa hal itu harus dia lakukan untuk mengenali kedua pihak yang bertikai di Afghanistan secara mendalam.

Sebab menurutnya, salah satu kunci keberhasilan seorang mediator adalah berlaku seimbang dan adil dengan pihak-pihak yang bertikai agar tidak terkesan memihak.

"Ketika itu saya dituduh Taliban padahal saya harus bertemu dengan dua pihak yang terlibat konflik di Afghanistan, baik itu perwakilan pemerintah Afghanistan maupun pimpinan Taliban," ucap JK.

Selain kemampuan mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait konflik yang sedang berlangsung, membangun reputasi dan wibawa seorang mediator juga penting diupayakan.

Reputasi mediator yang netral, adil, dan imparsial menjadi penting untuk menumbuhkan rasa percaya dan mendorong kompromi di antara kedua belah pihak. 

Selain itu, pendekatan personal lebih efektif ketimbang pendekatan protokoler yang terlampau formal dan kurang mampu mencairkan suasana.

"Untuk membangun rasa percaya, saya waktu itu mengundang baik pihak Taliban maupun Presiden Ashraf Ghani. Saya bicara dengan kedua pihak dan benar-benar berupaya memahami karakteristik dan perasaan masing-masing. Selain belajar sejarah konfliknya, kita juga perlu mengenali aktor yang terlibat secara mendalam," tutur JK.

Baca berita asli di AkuratCo

Disclaimer : Artikel ini adalah kerja sama antara Indosport.com dengan AkuratCo Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari AkuratCo.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%