Korea Open 2013

Indonesia Rintis Kemenangan

Senin, 7 Januari 2013 17:14 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Setelah hasil tak memuaskan tahun lalu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia berharap para pemain bisa mengawali tahun ini dengan prestasi menjanjikan. Awalan berupa turnamen kelas superseries di Korea Selatan.

Bicara peluang memang tidak mudah. Dengan peta persaingan yang semakin merata, tak mudah untuk bisa meraih kemenangan. Namun Indonesia berharap pada ganda campuran, terutama Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.

Tontowi/Lilyana yang kini berada di peringkat dua dunia, jadi tumpuan untuk bisa kembali membuat kejutan.  Tahun lalu, pasangan muda ini meraih lima gelar, termasuk di salah satu turnamen paling bergengsi, All England.

Dari hasil drawing, mereka seharusnya tidak sulit untuk melaju ke perempatfinal. Kemungkinan mereka akan bertemu salah satu pasangan terkuat dunia asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Pelapis Tontowi/Lilyana adalah Muhammad Rijal/Debby Susanto. Mereka berpeluang lolos minimal hingga perempatfinal, dengan kemungkinan bertemu ganda Cina, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Pasangan kakak-adik, Markis Kido/Pia Zebadiah, juga memperkuat barisan Merah-Putih di nomor ini.

Tak hanya ganda campuran, peluang juara di nomor lain tetap terbuka. Di tunggal putra, Indonesia mengirimkan Sony Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto.

Di babak pertama, Sony akan menghadapi wakil Thailand, Boonsak Ponsana. Rekor pertemuan kedua pemain adalah 4-3 untuk keunggulan Ponsana.

Untuk tunggal putri, dua penghuni pelatnas, Adriyanti Firdasari dan Linda Weni Fanetri, jadi tumpuan Indonesia.

Tiga ganda putra berangkat ke Seoul dengan harapan bisa membuka jalan demi kejayaan Indonesia di nomor ini bisa kembali seperti beberapa tahun lalu.

Tiga pasangan pelatnas ialah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Hendra Aprida Gunawan/Yonathan Dasuki dan Kido/Alvent Yulianto Chandra.

Indonesia jelas haus gelar dari sektor ganda putri. Sudah sangat lama Merah-Putih tidak berkibar di turnamen besar untuk nomor ini. Untuk kategori pasangan putri, PBSI mengirim empat mitra untuk merintis jalan menuju sukses.

Greysia Polii/Meiliana Jauhari, Pia/Rizki Amelia Pradipta, Suci Rizki Andini/Della Destiara Haris, dan Vita Marissa/Variella Aprilsasi tampil di Korea Open.

Turnamen di Korea Selatan merupakan satu dari enam turnamen Superseries Premier gelaran Badminton World Federation setiap tahun, dengan hadiah terbesar, yaitu satu juta dolar AS.