Indonesia terus memupuk harapan bisa meraih gelar di setiap event yang diikuti para pebulutangkisnya.
Sukses Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir menjadi juara di All England, seharusnya jadi penyemangat para pemain lain untuk bisa mengikiti jejak ganda nomor dua dunia tersebut.
Pekan ini, Indonesia kembali merangkai harapan dengan turun di Swiss Open. Tapi beberapa pemain sudah rontok di babak awal. Tunggal putra menyisakan Dionysius Hayom Rumbaka di babak ketiga.
Untuk sampai ke babak ini, Hayom harus menjalani dua pertandingan melelahkan. Di babak pertama, pebulutangkis 24 tahun ini menang atas Sourabh Varma, 11-21 21-12 23-21.
Kemenangan ini merupakan pembalasan atas kekalahannya di babak pertama All England, sepekan sebelumnya.
Di babak kedua, Hayom menang atas Petr Koukal, juga lewat rubber game, 15-21 21-12 21-10. Selanjutnya, Hayom akan bertemu Hans-Kristian Vittinghus dari Denmark, Jumat (15/03) dini hari WIB.
Mereka pernah sekali bertemu pada kualifikasi Indonesia Open 2009. Ketika itu Vittinghus keluar sebagai pemenang.
Soal peluang, Hayom tentu saja punya kesempatan untuk bisa memenangi pertandingan ini dan lolos ke perempatfinal.
Sekarang kesempatan bagi pebulutangkis asal PB Djarum tersebut untuk membuktikan bahwa dia sudah siap menjadi tulang punggung Indonesia.
Selama ini Hayom masih sering gagal menjawab setiap tantangan. Hanya sesekali saja nama cowok yang hobi sepakbola ini muncul.
Saat tak terlalu banyak para pebulutangkis papan atas dunia yang ambil bagian di Swiss, seharusnya bisa jadi kesempatan Hayom untuk unjuk gigi. Sekarang, Hayom!