Kepala Bidang Pengembangan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Basri Yusuf, menuturkan, pertandingan putaran pertama Indonesia Open 2013 tidak akan berlangsung hingga larut malam.
Belajar dari penyelenggaraan tahun 2012 kemarin, panitia ingin memberi keleluasaan waktu bagi atlet, terutama yang bermain rangkap di beberapa nomor. Perubahan juga terjadi di lapangan.
“Kami membagi Istora hanya menjadi tiga lapangan, tidak lagi empat, sehingga ruangan tampak lebih luas untuk membuat atlet dan para pecinta bulutangkis merasa nyaman,” jelas Basri.
Mewakili Ketua Panitia Indonesia Open, Koesdarto yang berhalangan hadir, Basri berharap kejuaraan 2013 akan lebih baik daripada 2012. Harapan juga tertuju pada keikutsertaan atlet Indonesia.
Sebanyak 100 atlet tuan rumah akan bersaing di antara total 220 peserta dari 23 negara di Indonesia Open. PBSI berharap, jumlah peserta memberi peluang lebih besar bagi pebulutangkis Indonesia.
Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan berharap, ajang ini memacu pemain Indonesia untuk berprestasi di kandang sendiri. “Semoga Indonesia Open sempurna dengan prestasi atlet kita,” kata Gita Wirjawan.
“Peluang Indonesia harus sebesar mungkin. Kita mengandalkan ganda campuran dan ganda putra. Tapi lini lain tentu juga bisa berikan yang terbaik,” ucap Gita yang juga Menteri Perdagangan RI.