Sebelum malam final Singapore Open Superseries 2013 berlangsung,Tommy Sugiarto mengaku tak enak makan dan tidur pada Sabtu (22/06/13).
“Semalam saya merasa deg-degan sekali, nggak tahu kenapa. Saya sampai bilang sama Mang Ace (masseur PBSI), kenapa saya sampai deg-degan begini?” ujar dia seusai final, Minggu (23/06/13).
“Saat makan juga terasa nggak enak, mau tidur juga nggak enak,” lanjut Tommy yang lahir di Jakarta, pada 31 Mei 1988 itu.
Rasa gelisah dan grogi ternyata malah tak menghampiri Tommy dalam laga puncak melawan Boonsak Ponsana. Kendati kalah 20-22 di game pertama, Tommy berhasil mengambil game berikutnya.
"Kalau saya menang di game kedua, saya punya peluang besar untuk menang. Tapi saya juga antisipasi kalau Boonsak akan lebih fight di game ketiga,” tutur Tommy.
“Sebelum bertanding, saya sudah siap untuk pertandingan panjang yang melelahkan, bahkan lebih melelahkan dari semifinal," tegas dia lagi.
Dua game selanjutnya, Tommy melaju dengan kemenangan meyakinkan atas pebulutangkis Thailand itu. Dia menaklukkan Bonsaak lumayan telak 5-21 17-21.
"Tentunya senang sekali bisa meraih gelar superseries pertama. Kemenangan terakhir atas Boonsak membuat saya yakin mampu mengalahkan dia,” tukas Tommy.
“Di pertandingan tadi saya terus membuat Boonsak berlari ke sana-ke mari, karena saya merasa lebih unggul dari segi stamina," ungkap dia memberi tips kemenangan.
Tommy pun mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak. Dia mengaku, sang ayah yang juga legenda bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, turut berperan mengembangkan karier dia.
“Kemenangan ini untuk kedua orang tua saya yang tak henti-hentinya memberikan dukungan. Juga, semua pihak yang sudah membantu saya, pelatih, PBSI, teman-teman, serta pacar saya,” kata dia.
Sepulang dari Singapura, Tommy segera kembali berlatih di Pelatnas Cipayung dan mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Dunia Guangzhou 2013, Agustus mendatang.