Berjaya di Indonesia Open 2013

Ahsan/Hendra Banjir Bonus

Sabtu, 29 Juni 2013 12:02 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Prestasi sempurna sebanding dengan buah manis rezeki setelahnya. Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang mengalaminya.

Pasangan putra andalan bulutangkis Indonesia itu mereguk buah manis setelah menjuarai Indonesia Open Superseries 2013.

Kedua klub, PB Djarum dan PB Jaya Raya, memberikan bonus senilai Rp100 juta, untuk masing-masing pemain.

"Terimakasih kepada Jaya Raya dan Djarum yang telah memberikan apresiasi kepada kami berdua. Ini bisa jadi motivasi kami di Kejuaraan Dunia nanti," kata Hendra kepada Antaranews.

Ahsan pun mengamini ucapan Hendra. Prestasi keduanya memang fenomenal, setelah disandingkan belum sampai setahun. Pekan lalu, Ahsan/Hendra pun menyabet gelar juara Singapore Open 2013.

“Kami memberikan (bonus) ini sebagai apresiasi kami terhadap mereka dan untuk memotivasi mereka agar terus berprestasi,” ujar Yoppy Rosimin di situs resmi PB Djarum.

Ucapan Program Director Djarum Foundation Bakti Olah Raga itu benar. Sebelum pemberian bonus itu, pasangan itu melejit hingga posisi 7 dunia, setelah menjuarai 2 turnamen superseries beruntun.

Seperti ungkapan Hendra, pasangan itu membidik gelar kampiun lagi dalam Kejuaraan Dunia di Shanghai, Agustus mendatang.

"Kami siap. Ini ada persiapan satu bulan lebih, itu kita maksimalkan saja," ujar Hendra. Dia dan Ahsan tak akan menyerah begitu saja kendati harus bertarung di kandang macan, China.

Pengalaman dan konsisten dari Indonesia Open dan Singapura Open Superseries 2013 telah memberikan suntikan kepercayaan diri berlebih terhadap pasangan itu.

"Biasanya saya sama Ahsan satu pertandingan bagus, lalu menurun pada pertandingan berikutnya. Tetapi kemarin terbukti bisa jaga itu," tegas Hendra

Dia mengaku masih penasaran mengalahkan pasangan China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Dari peringkat dunia BWF per Sabtu (29/06/13), pasangan Indonesia satu strip di atas ganda China.

Ahsan/Hendra naik satu papan ke peringkat enam dunia dan menggeser Liu/Qiu satu anak tangga ke papan 7.

"Kami lebih siap tetapi tidak mau mikir juara. Pokoknya mau main bagus dan berikan yang terbaik," tandas Ahsan. Sebuah sikap rendah hati dan percaya diri yang layak mendapat bonus pujian.