Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Menanti Aksi Kuda Hitam

Selasa, 30 Juli 2013 16:26 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Selain mengandalkan beberapa atlet andalan, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) juga menaruh harapan kepada beberapa pebulutangkis yang selama ini berstatus sebagai pemain pelapis.

Di nomor ganda campuran, pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir jadi harapan terbesar Indonesia untuk juara di BWF World Championship/Kejuaraan Dunia di Guangzhou, China, 05-11 Agustus 2013.

Untuk melapis Tontowi/Lilyana, PBSI mengirim beberapa pasangan pelapis, yaitu Muhammad Rijal/Debby Susanto, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili.

“Draw-nya cukup bagus. Kalau Tontowi/Lilyana memang kami targetkan untuk jadi juara. Kami berharap pemain pelapis bisa memberikan kejutan,” kata Richard Mainaky di Cipayung, Selasa (30/07/13).

Hasil pengundian BWF World Championship menempatkan pasangan Rijal/Debby sebagai unggulan keenam. Bila terus bertahan, Rijal/Debby baru akan bertemu lawan yang lebih kuat di semifinal.

Rijal/Debby kemungkinan bertemu Xu Chen/Ma Jin yang merupakan andalan tuan rumah dengan catatan sebagai unggulan pertama asal China.

Sebagai unggulan kesepuluh, Riky/Richi berpeluang menghadapi Zhang Nan/Zhao Yunlei yang menjadi unggulan kedua asal China pada babak ketiga.

"Saya berharap Riky/Richi kali ini bisa menang lawan Zhang/Zhao karena sebelumnya di Indonesia Open juga hampir menang,” jelas Richard.

Jalur Fran/Shendy lebih berat, meski tidak perlu bermain di babak pertama karena mendapat bye. Jika lolos ke putaran ketiga, Fran/Shendy akan bertemu Tontowi/Lilyana.

Di Indonesia Open, Juni 2013, kedua pasangan saling berhadapan di babak kedua. Tontowi/Lilyana menjadi pemenang lewat perjuangan berat, 12-21, 21-12 dan 21-11.

Rombongan Indonesia akan berangkat ke Guangzhou pada Kamis (01/08/13). Dalam seminggu terakhir, staf pelatih tidak menerapkan latihan keras seperti minggu-minggu sebelumnya.

Para pemain harus menjaga kondisi dengan berlatih ringan. Keputusan menghindari latihan berat demi menghindari kemungkinan cedera.