Kedua kesuksesan Indonesia dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 yang berlangsung di Guangzhou, China, berasal dari nomor ganda putra dan ganda campuran.
Pasangan campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir membuka kemenangan Indonesia. Tontowi/Lilyana membungkam China saat mengalahkan Chen Xu/Jin Ma.
China terdiam saat Chen Xu/Jin Ma yang merupakan unggulan pertama kalah. Duel berlangsung hingga 1 jam 14 menit hingga berakhir dengan kemenangan 21-13, 16-21 dan 22-20 untuk Tontowi/Lilyana.
Kesuksesan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 ini menjadi yang pertama bagi Tontowi/Lilyana. Sebelumnya pasangan ini kerap tersandung di kelas dunia, meski superior di ajang superseries dan All England.
Keberhasilan Tontowi/Lilyana menular pada Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Hendra/Ahsan yang belum setahun berpasangan menjadi juara dunia di Tianhe Indoor Gymnasium, Guangzhou.
Ahsan/Hedra bertemu pasangan Mathias Boe/Carsten Mogensen asal Denmark di final dan hanya butuh waktu 33 menit. Wakil Indonesia menang dua game dengan skor 21-13 dan 23-21.
Kemenangan Tontowi/Lilyana dan Hendra/Ahsan melampaui target Indonesia. Indonesia berangkat ke China dengan target hanya mengincar satu gelar dari nomor ganda putra atau ganda campuran.
“Ini yang bisa kami berikan kepada masyarakat. Kemungkinan dapat 2 gelar memang ada, tapi realistisnya adalah 1 gelar dari 2 yang tampil di final,” kata Rexy Mainaky, manajer Indonesia, Minggu (11/08/13).
Kasubid pelatnas Ricky Subagdja mengatakan penampilan kedua pasangan memuaskan. Ketenangan dan daya juang tinggi membuat Tontowi/Lilyana dan Hendra/Ahsan mampu melewati berbagai rintangan.
“Kami berterima kasih kepada pemain dan pelatih. Tontowi/Lilyana menunjukkan penampilan maksimal, walaupun di game ketiga stamina Tontowi sepertinya turun,” kata Ricky.
“Ahsan/Hendra secara keseluruhan penampilannya sangat baik, tenang dan menguasai pertandingan. Masih banyak pekerjaan rumah, khususnya evaluasi tim kejuaraan dunia, termasuk atlet dan pelatih.”