Di bawah Richard, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih berbagai kesuksesan di beberapa turnamen. Prestasi tertinggi dan terbaru adalah menjadi juara dunia 2013.
Pemerintah sangat mengapresiasi kiprah Richard dengan memberi penghargaan sebagai pelatih terbaik dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Richard tidak puas dan masih menargetkan prestasi untuk anak asuhnya. Salah satu target adalah membawa pulang medali emas Olimpik 2016 dari Brasil.
Tak salah Richard menjadikan olimpik di Brasil sebagai target utama, setelah di dua olimpik sebelumnya hanya berhasil mengantar anak didiknya meraih medali perak.
Selain olimpik, Richard juga membidik medali emas di SEA Games 2013 yang berlangsung di Myanmar dan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.
Soal penghargaan dari pemerintah, Richard mengaku semakin termotivasi untuk mencetak atlet-atlet berprestasi untuk Indonesia.
"Penghargaan ini bukan dilihat dari duitnya, tapi saya senang karena telah mendapatkan apresiasi sebagai pelatih," kata Richard Maniaky, Senin (09/09/13).
Richard menjelaskan alasan tidak menurunkan Tontowi/Liliyana ke China Masters 2013 dengan pertimbangan agar Tontowi/Liliyana tidak terlalu jenuh.
Tontowi/Liliyana juga absen di Jepang Terbuka 2013. Richard baru menurunkan Tontowi/Liliyana di Indonesia Grand Prix Gold di Yogyakarta yang mulai bergulir pada 24 September 2013.