Evaluasi semakin mendesak usai kegagalan total di Superseries Jepang Terbuka. Kepala pembinaan dan prestasi PBSI Rexy Mainaky mengatakan program latihan tunggal putra sudah tidak relevan.
“Saya lihat kekalahan ini harus dievaluasi ke pelatih Joko Supriyanto sebagai kepala pelatih tunggal putra. Saya harus evaluasi program latihannya," kata Rexy Mainaky, Rabu (18/09/13).
Secara khusus, Rexy menyoroti kinerja dan permainan Dionysius Hayom Rumbaka yang belum mencapai kondisi fisik prima. Rexi menegaskan pelatih seharusnya menyadari kelemahan Hayom.
Selain Hayom, Rexy juga berkomentar soal permainan Sony Dwi Kuncoro yang terus menurun, “Di beberapa turnamen selalu kalah di babak pertama.”
Rexy menilai tunggal putra tinggal berharap pada permainan Tommy Sugiarto. Tommy yang sudah berumur 25 tahun harus mendapat gemblengan mental.
Tunggal putra berguguran di babak pertama Superseries Jepang Terbuka 2013. Tommy (unggulan 6) mengawali kegagalan Indonesia saat kalah dua game dari Tanongsak Saensomboonsuk asal Thailand.
Sony Dwi Kuncoro tersingkir dari Jepang setelah kalah dari Anand Pawar asal India dengan skor 17-21, 21-7 dan 18-21. Sebelumnya Dionysius Hayom Rumbaka juga kandas.