Prestasi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan membukukan gelar Juara Dunia 2013 di Guangzhou, China, paruh Agustus lalu, terus mendapatkan apresiasi.
Kali ini giliran KONI Pusat yang memberi apresiasi dua pasangan pebulutangkis Indonesia itu, dengan premi asuransi dan tabungan investasi hari tua.
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, yang memberikan penghargaan itu di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu 18 September 2013 sore.
“Penghargaan ini diharapkan dapat membantu atlet di hari tua mereka yang selama ini mungkin belum pernah mereka dapatkan,” sebut Tono di laman PBSI.
“Penghargaan ini adalah yang pertama dan akan menjadi contoh, ke depannya akan kami kembangkan lagi,” lanjut Tono lagi.
Menurut K Inugroho, Wakil Ketum KONI Pusat, pengurus daerah dan pengurus besar bahkan Kemenpora bisa meneladani penghargaan investasi keuangan itu.
“Kami juga telah mensosialisasikan ini terhadap atlet-atlet, mereka senang karena kebanyakan mereka tidak bisa mengatur keuangan sendiri,” tambah Inugroho.
Penghargaan itu mendapat sambutan hangat Tontowi/Liliyana. Pasangan ganda campuran peringkat runner-up dunia itu senang atas perhatian dari pemerintah.
“Apalagi ini bentuknya jaminan untuk hari tua, idenya sangat bagus. Mungkin memang ini yang diharapkan para atlet, supaya hidup kami tidak susah di hari tua nanti,” tegas Tontowi.
“Terima kasih untuk KONI yang sudah memberikan penghargaan dan apresiasi. Mudah-mudahan kami bisa menambah gelar juara lagi dan lebih berprestasi,” timpal Liliyana.
KONI Pusat juga memberikan penghargaan kepada pelatih yang telah mengantarkan para atlet menjadi para juara dunia.
Untuk itu KONI mengapresiasi peran dan jasa Richard Mainaky (Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI) dan Herry Iman Pierngadi (Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI).
“Terima kasih atas penghargaan KONI Pusat kepada pelatih. Kami berjanji akan terus melatih atlet agar kita terus menjadi juara,” tandas Richard.
Dalam acara itu Hendra/Ahsan dan Herry tak dapat hadir karena tengah menjalankan tugas kenegaraan berjuang di Yonex Open Japan 2013.
Christian Hadinata (Staf Ahli Pendidikan dan Pelatihan PBSI) dan Aryono Miranat (Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI) kemudian menjadi wakil ketiga atlet itu menerima penghargaan KONI Pusat.
Berikut bentuk apresiasi KONI Pusat:
- Asuransi jiwa usia dini sampai usia 99 tahun, senilai Rp100 juta
- Santunan penyakit kritis sampai usia 55 tahun, senilai Rp50 juta
- Asuransi kecelakaan sampai usia 60 tahun senilai Rp100 juta
- Asuransi rawat inap sampai usia 55 tahun senilai Rp86 juta
- Jaminan dalam santunan hingga usia 55 tahun sebesar Rp3,2 juta