London GP Gold 2013

Dua Tunggal Putri Lolos

Kamis, 3 Oktober 2013 15:37 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Indonesia meloloskan dua pebulutangkis tunggal putri di babak kedua London Grand Prix Gold 2013. Rabu (02/10/13), Hera Desi menumpas perlawanan unggulan ketujuh dari Jerman, Karin Schnaase, 21-14, 21-14.

“Lawan saya cukup kuat dan ulet, bola-bola sulit dikejar terus. Tetapi kalau kita lebih kuat, lama-lama dia tidak tahan juga,” tutur pebulutangkis bernama lengkap Hera Desi Ana Rachmawati itu.

“Tipe permainannya kurang lebih sama dengan saya. Hari ini, saya bermain dengan modal ketahanan dan kekuatan, serangannya jarang,” tambah Hera seusai pertandingan.

Hera sempat terbelit cedera pangkal paha jelang tanding Thailand Grand Prix Gold 2013, Juni lalu. Namun, kondisi kebugaraannya telah pulih dan terbukti mampu tampil trengginas di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford.

“Cedera di pangkal paha sekarang sudah sembuh. Tinggal mengembalikan kekuatan mental dan fokus dan tidak ada beban pikiran akan kambuh lagi,” sebut Hera di laman PBSI.

“Soal target, saya mau fokus satu demi satu pertandingan dulu. Targetnya main sebagus mungkin di turnamen ini,” imbuh dia.

Maria Febe mengikuti Hera. Pebulutangkis bernama lengkap Maria Febe Kusumastuti itu melaju ke babak kedua, setelah melibas wakil China, Hui Xirui, 21-18, 21-18.

Hasil Pebulutangkis Indonesia pada babak I London GP Gold 2013

Tunggal Putra

Wisnu Yuli Prasetyo menang WO atas Mohamad Arif Abdul Latif (Unggulan VI/Malaysia)

Riyanto Subagja 21,15, 21-19 Dieter Domke (Jerman)

Tunggal Putri

Hera Desi 21-14, 21-14 Karin Schnaase (VII/Jerman)

Maria Febe 21-18, 21-18 Xirui Hui (China)

Ganda Putri

Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris 21-16, 21-12 Chloe Birch/Lauren Smith (Inggris)

Suci Rizki Andini/Jenna Gozali  21-15, 21-15 Huang Yaqiong/ Mai Ci Zhu (China)

Ganda Campuran

Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika 21-14, 15-21, 21-12 Jun Kang / Huang Yaqiong (China)

Gary Fox/Sophie Brown (Inggris) menang WO atas Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja