Piala Uber 2014

Tergantung Tim Putri

Selasa, 3 Desember 2013 14:40 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Indonesia masih belum menentukan apakah akan berpartisipasi di Piala Uber 2014 atau tidak. Beberapa waktu lalu, Kabid Binpres PBSI, Rexy Mainaky, malah menyatakan PBSI tak akan mengirimkan wakil.

“Keikutsertaan di Piala Uber 2014 tergantung dari pemain sendiri. Karena sudah tidak ada qualifikasi zone, rankinglah yang menentukan,” sebut Rexy di laman PBSI, Selasa (03/12/13).

“Kalau negara kita layak ikut Piala Uber 2014, ya akan dikirim. Istilahnya, ini adalah shock therapy untuk para pemain, supaya mereka sadar bahwa ini bukan Binpres atau pengurus yang menentukan, tetapi pemain,” tegas Rexy lagi.

Sebelumnya, Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan mendorong Indonesia untuk masuk dalam pencalonan penyelenggaraan Piala Thomas dan Piala Uber 2016.

“Ini menjadi salah satu pertimbangan juga kenapa kita harus bisa ambil bagian di Piala Uber 2014,” sambung Rexy Mainaky.

“Kami akan mengutamakan pemain-pemain (muda) mewakili Indonesia di Piala Uber 2014, karena kami ingin pemain-pemain muda yang tampil di Piala Uber 2016,” tambah mantan pasangan Ricky Subagja itu.

“Saat ini tim kami berada di rangking lima dan sudah ada usaha untuk meningkatkan ranking,” lanjut Rexy. “Contohnya kami kirimkan pemain ke turnamen seperti Hong Kong Open Super Series 2013, tetapi hasilnya belum maksimal.”

Para pebulutangkis putri Indonesia masih punya waktu berburu poin untuk mengamankan satu tiket di putaran final Piala Uber 2014.

Piala Thomas dan Uber 2014 akan berlangsung di New Delhi, India, 18-25 Mei 2014. Pada Piala Thomas dan Uber 2012 di Wuhan, China, tim putra-putri terhenti di babak perempat final oleh tim Jepang.