Maria Kristin Yulianti sukses menorehkan medali emas tunggal putri bulutangkis, saat SEA Games Thailand 2007 di Nakhon Ratchasima.
Prestasi itu gagal terulang hingga enam tahun. Pada SEA Games Indonesia 2011, Adriyanti Firdasari gagal mengulang raihan Maria.
Adriyanti harus kalah dramatis di babak final. Pebulutangkis Singapura, Fu Mingtiah, yang mengalahkan Adriyanti dengan skor 14-21, 21-12, 22-20.
Di laman PBSI, Senin (09/12/13), Maria yang kini telah gantung raket dan jadi pelatih di klub asalnya, PB Djarum Kudus, optimistis prestasi emas itu akan kembali tertoreh pada SEA Games ke-27 kali ini.
“Sebenarnya saat ini yang terkuat adalah tim putri Thailand. Meski agak berat, peluang pasti ada. Segalanya masih mungkin terjadi kok,” tutur Maria yang juga peraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008.
Di mata Maria, Aprilia Yuswandari dan Bellaetrix Manuputty masih berpeluang. “Kalau Busanan (Ongbumrungpan) dan Nitchaon (Jindapon) turun, Aprilia dan Bellaetrix peluang menang lebih besar,” tutur dia.
“Lebih besar jika dibandingkan jika harus berhadapan dengan Ratchanok Intanon yang sedang bagus pernampilannya,” tandas Maria lagi.
“Kalau dari kualitas tidak kalah kok. Terbukti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertarungan melawan wakil Thailand sering berlangsung sengit. Berarti mereka punya kemampuan yang sama,” tambah Maria kemudian.
Daftar Tunggal Putri Indonesia Peraih Emas SEA Games
2007: Maria Kristin Yulianti
2005: Adriyanti Firdasari
1999: Cindana Hartono Kusuma
1997: Mia Audina
1995: Susy Susanti
1993: Sarwendah Kusumawardhani
1991: Susy Susanti
1989: Susy Susanti
1987: Elizabeth Latief
1985: Elizabeth Latief
1983: Ivana Lie
1981: Verawaty Fajrin
1979: Ivana Lie