Mengikuti beberapa cabang olahraga, bulutangkis mulai menggunakan teknologi video untuk ikut menentukan hasil pertandingan. Rekaman video untuk menunjukkan peristiwa di garis lapangan.
Kecepatan pergerakan shuttlecock bulutangkis kerap merepotkan wasit untuk melihat bola masuk atau keluar. Rekaman video akan membantu sebagai bukti bola jatuh di dalam atau luar lapangan.
Federasi Bulutangkis Dunia (WBF) mencoba penggunakan alat rekam pada pertandingan Super Series Final di Malaysia. Pemain tuan rumah, Lee Chong Wei, memberi komentar positif.
“Sudah waktu bagi kita menggunakan teknologi video dalam pertandingan. Bola yang dipukul melaju amat cepat dan alat ini menjadi penentu ketepatan bola jatuh bila terjadi ketidakpuasan,” kata Lee.
“Semua pemain pasti suka penggunaan alat itu dan mendapat kepastian bola masuk atau tidak,” kata Lee yang mengincar gelar keempat setelah memenangi Super Series Final 2008, 2009 2010.
Lee menyaksikan hasil penggunaan teknologi. Setelah wasit menyatakan pengembalian bolanya tak sah saat ia memimpin 4-2 pada game kedua melawan Wang Zhengming, video membuktikan lain.
Teknologi video menggunakan kamera ultra gerak lamban. Setelah dalam beberapa pertandingan terjadi protes karena tidak puas dengan keputusan hakim garis, video menawarkan cerita lain.
“Saya merasa tersanjung, sebagai pemain nomor satu dunia, yang mendapat kesempatan pertama untuk menggunakan alat sistem rekam ulang itu,” kata Lee, peraih medali perak Olimpik dan Kejuaraan Dunia.