Setelah menggandeng Kemendikbud untuk memasukkan bulutangkis dalam kurikulum sekolah, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meningkatkan program pembinaan pemain muda.
Dalam konferensi pers di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung, PBSI mengabarkan rencana akan menggelar kejuaraan Junior Master U-19 dan U-17 pada 17-20 Desember 2013.
Sebanyak 15 klub bulutangkis akan mengikutkan para pemain usia 19 tahun ke bawah ke Junior Master U-19. Sejumlah 14 klub berpartisipasi pula untuk kejuaraan U-17.
Total hadiah sebesar Rp100 juta untuk taruna U-19 dan 50 juta untuk remaja U-17. Menurut rencana, kejuaraan ini akan berlangsung tiap tahun.
“Tujuan dari kejuaraan ini untuk menginventarisasi taruna U-19 dan remaja U-17 sekaligus mempersiapkan mereka ke Olimpik 2020,” ujar Sekjen PBSI, Anton Subowo, Senin (16/12/13).
Basri Yusuf selaku Kepala Bidang Pengembangan pemain menjelaskan ada beberapa penilaian untuk pemain yang bertanding. PBSI menetapkan sejumlah standar untuk para pemain di kejuaraan ini.
“Ada tiga penilaian kepada setiap pemain, yakni penilaian teknik, fisik dan pemandu bakat,” kata Basri Yusuf.
PBSI kemudian akan mengirim para pemain yang sudah teruji ke kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.