Aturan Baru Bulutangkis

Instant Review BWF

Selasa, 17 Desember 2013 03:13 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Dari pantauan INDOSPORT, Senin (16/12/13), Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memberi kehormatan pertama untuk Kuala Lumpur, Malaysia, untuk pertama menerapkan sistem instant review.

Sistem itu mengizinkan pemain untuk mempertanyakan keputusan hakim garis. Delapan kamera berteknologi tinggi akan siaga mengambil gambar shuttlecock yang jatuh di atas lantai arena.

“Kami mendapat sambutan positif tentang instant review system ini, baik dari pemain maupun dari referee,” ujar Peter Tarcala, Ketua Bidang Turnamen BWF, di laman PBSI, Minggu 15 Desember 2013.

Pebulutangkis yang mempertanyakan keputusan hakim garis, dapat menggunakan hak keberatannya dengan mengucapkan, “Challenge”. Review akan segera tayang dan keputusan final segera terambil oleh wasit.

Respons positif selama lima hari penyelenggaraan BWF World Superseries Finals 2013, menurut Tarcala, membuat BWF optimistis segera mengimplementasikan sistem itu di semua putaran superseries tahun depan.

Selain berbagai turnamen superseries, BWF juga akan menggelar instant review dalam tiga event akbar BWF lagi, yakni Piala Thomas dan Uber plus Kejuaraan Dunia.

“Kami pasti akan tambahkan perbaikan agar sistem berjalan lebih sempurna. Misalnya, nanti akan ada layar besar,” tutur Tarcala.

“Kami juga akan memperbaiki komunikasi antara umpire dan referee saat pemain melakukan challenge,” sambung dia lagi.

Kesalahan komunikasi antara umpire dan referee yang bertugas beberapa kali terjadi seperti saat laga ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kontra Korea, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang di penyisihan grup.

Namun, BWF tidak akan menerapkan instant review di semua lapangan. Mereka hanya akan menerapkan sistem itu di lapangan utama atau tv court.

“Berkaca dari tenis, mereka pun menggunakan sistem ini di tv court saja,” tambah Daren Parks, event director BWF.

Penerapan teknologi itu, menurut BWF, akan membuat bulutangkis berlangsung lebih menarik. Itu akan makin mempopulerkan olah raga yang mulai manggung di Olimpik sejak 1992.