Untuk Kelompok Putri

Jaya Raya Tak Rekrut Asing

Rabu, 8 Januari 2014 20:38 WIB
Editor:
 Copyright:

PB. Jaya Raya yakin akan mengulang kesuksesan pada Djarum Superliga Badminton 2014. Sebagai juara bertahan kelompok putri, tim Ibukota ini mengaku sudah memiliki formasi tangguh pada ajang nanti.

“Kita pertahankan yang juara tahun lalu. Diantaranya Bellaetrix Manuputty, Greysia Polii serta ganda Nitya Krishinda/Anneke Feinya,” ujar Retno Kustiyah.

Mantan bintang badminton era 70-an itu menjelaskan, khusus kelompok putri, pihaknya tak berencana merekrut pemain asing meskipun panitia memberi kebebasan.

“Tahun lalu, kita berdayakan pemain lokal untuk kelompok putri dan mereka berhasil juara. Kita optimistis dengan formasi yang ada,” ucap Retno.

Rencana formasi putri yang memperkuat PB Jaya Raya terdiri dari Adriyanti Firdasari, Nitya Krishinda/Anneke Feinya dan Bellaetrix Manuputty.

Peraih emas Asian Games 1962 itu mengaku, tidak murah untuk menyewa pemain asing. Untuk sekelas pemain dengan rating menengah, klub minimal harus merogoh Rp70 juta. 

"Belum lagi jika pemain kelas dunia, pastinya akan lebih mahal dari itu. Kadang memakai pemain asing justru merugikan, yang dikejar klub hanya prestise-nya saja," ujar Retno.

Tahun lalu, PB. Jaya Raya kelompok putri berhak atas hadiah Rp400 juta setelah sukses menumbangkan tim Unisys, Jepang, 3-2 pada partai final.

Partai final putri berlangsung ketat. Tim lawan, Unisys Jepang unggul 2-0, namun akhirnya Jaya Raya menyusul, peraih emas SEA Games 2013, Bellaetrix Manuputty menjadi penentu di laga akhir.

Pada kelompok putra, Retno Kustiyah mengaku timnya siap memberi kejutan. Namun untuk putra akan memakai jasa asing, yaitu Tanongsak Saensomboonsuk, peraih emas SEA Games 2013.

“Masih tahap penjajakan dengan pemain tersebut (Tanongsak). Yang pasti kita siap beri kejutan untuk kelompok putera nanti,” tutup Retno Kustiyah.