Sejak 17 Januari 2014

Simon Tinggalkan Cipayung

Kamis, 23 Januari 2014 18:26 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Setelah satu dekade lebih menjadi bagian tim nasional, Simon mengajukan surat pengunduran diri setelah Korea Open Super Series dan Malaysia Open Super Series Premier 2014.

Prestasi Simon sempat menurun setelah divonis menderita penyakit gondongan pada akhir 2012. Akibat absen di sejumlah turnamen, peringkat Simon menurun drastis dan terlempar dari 100 besar dunia.

Simon mencoba bangkit, sayang cedera pinggang kembali bermasalah yang membuat Simon batal berlaga sekaligus mempertahankan gelar di Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013.

Awal 2014, PBSI akan menilai performa Simon di dua turnamen awal tahun, yaitu Korea Open Super Series dan Malaysia Open Super Series Premier 2014. Simon mendapat target mencapai semifinal.

Gagal memenuhi misi dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Simon memutuskan mundur dan berlatih di luar pelatnas Cipayung.

"Walaupun Simon sudah tidak bergabung dengan pelatnas, Simon masih akan melanjutkan karier di bulutangkis,” kata Achmad Budiharto, wakil sekjen PBSI.

“PBSI membuka pintu selebar-lebarnya jika Simon ingin berlatih bersama dan membutuhkan sparring di Cipayung karena pelatnas adalah salah satu bagian dari PBSI.”

Bergabung dengan Pelatnas Cipayung pada tahun 2002, Simon sempat menjadi salah satu pemain tunggal putra terbaik. Simon pernah menduduki peringkat tiga dunia, terbaik dalam kariernya.

Pemain kelahiran Tegal, 29 Juli 1985, menyumbang medali emas cabang bulutangkis tunggal putra di SEA Games 2011 dan SEA Games 2009 di Laos.

Simon berprestasi di Denmark Open Super Series 2009, Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012, Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 serta Prim-A Kejurnas PBSI 2013.