Turun sebagai tunggal pertama, pemain peringkat 19 dunia kesulitan sejak game pertama berlangsung. Hayom terus mendapat tekanan meski secara poin mampu bersaing dengan ketat. Hasilnya pada game pertama menyerah 20-22.
Memasuki game kedua, pemain pelatnas yang rencanaya akan turun di Piala Thomas, Mei mendatang itu berusaha memberikan perlawanan kepada pemain rangking 17 dunia asal Jepang itu.
Perolehan poinpun kembali ketat. Kedua pemain terus berusaha memberikan kemampuan terbaiknya. Smes keras dan permainan net juga diperagakan dengan baik.
Namun keberuntungan tetap berpihak kepada atlet perwakilan klub Unisys. Hasilnya Hayom kembali menyerah 16-21.
Dengan kekalahan yang diraih oleh Dionysius Hayom Rumbaka, rekor pertemuan yang sebelumnya sama kuat yaitu 2-2 harus berubah. Takuma Ueda saat ini mampu memimpin dengan 3-2.
"Performa pemain tunggal di luar dugaan. Padahal kami berharap bisa mencuri satu poin di tunggal, tapi realisasinya tidak terpenuhi," kata pelatih PB Djarum Kudus Fung Permadi usai pertandingan.
Dionysius Hayom Rubaka pernah mengalahkan Takuma Ueda saat turun di kejuaraan Djarum Indonesia Open 2013 serta Bank Kaltim Indonesia Open GP 2011.
Sedangkan kemenangan Takuma Ueda atas Hayom Rumbaka hadir saat turun di kejuaraan Yonex Sunrise Vietnam Open GP 2012 serta di putaran final Piala Thomas dan Uber 2012 di Malaysia.
Selain Hayom Rumbaka, pemain tunggal PB Djarum yang gagal meraih kemenangan adalah Thomi Azizan Mahbub yang takluk dari Kazumasa Sakai, 14-21 dan 15-21. Bayu Pangisthu pun kalah dari Takuto Inoue, 20-22 dan 11-21.