Jauza dan Tommy merupakan penerus nama besar Icuk Sugiarto yang pernah menjelma menjadi pebulutangkis andal Indonesia yang menyabet gelar juara dunia pada tahun 1983.
Beda dengan Jauza, Tommy kini menjadi tunggal putra terbaik Indonesia dan menduduki peringkat tiga dunia dan peraih gelar Singapore Open Super Series 2013.
Jauza tengah berlaga di Asia Junior Championships 2014 berpasangan dengan Apriani Rahayu. Ganda putri ini meraih kemenangan 21-14 dan 21-12 atas Eleanor Christine Inlayo/Jessie Fransisco dari Filipina.
Di sela-sela bertarung di Asia Junior Championships 2014 di Taiwan, Jauza Fadhila Sugiarto membuka cerita ringan seperti termuat dalam situs http://badmintonindonesia.org.
Bagaimana cerita Jauza terjun di bulutangkis?
Awalnya saya melihat papa dan Mas Tommy, sepertinya enak juga jadi pebulutangkis. Ikut mereka latihan, lama-lama suka melihat raket dan jadi tertarik sama bulutangkis.
Berada di bawah nama besar papa dan Mas Tommy, apa Jauza merasa terbebani?
Awalnya terbebani dengan nama besar mereka. Lama-lama saya berpikir buat apa dibawa beban. Diambil positifnya, saya tertantang untuk bisa seperti papa, kalau bisa melebihi prestasi papa dan Mas Tommy.
Sering diskusi soal bulutangkis sama papa dan Mas Tommy?
Papa dan Mas Tommy sering kasih arahan saat bermain bulutangkis, suka diajak berlatih bersama juga. Tetapi saya lebih pilih latihan bareng Mas Tommy, kalau sama papa latihannya berat banget.
Papa sering bilang ini buat kebaikan saya, tidak ada ruginya berlatih keras. Berat sih, tapi ya mau melawan juga gimana, papa kan juara dunia. Saya nggak berani ngomong sama papa kalau sudah urusan bulutangkis.
Saya suka tegang kalau tanding ditonton papa, kadang takut. Papa kalau lihat anaknya di lapangan harus selalu siap dan nggak suka ngeliat anaknya lelet. Saya pernah dimarahin papa, katanya nggak boleh santai.
Sedekat apa Jauza dengan Mas Tommy?
Saya dan Mas Tommy seperti Tom and Jerry. Kami sering berantem kalau ketemu. Paling sering berantem karene rebutan makanan, sama-sama nggak mau ngalah, ha ha ha.
Tetapi biasanya habis berantem saya suka nangis dan akhirnya disuruh baikan sama mama. Mas Tommy diminta ngalah, soalnya saya yang lebih muda, he he he.
Suka curhat sama Mas Tommy?
Jarang curhat sama Mas Tommy, mungkin karena usianya berbeda jauh, 11 tahun. Kalau Mas Tommy curhat ke saya, paling saya dianggap anak kecil. Kalau curhat ke Mas Tommy, kayaknya dia ketuaan.
Tommy perhatian juga, dia sering kasih masukan soal bulutangkis. Kami suka menonton pertandingan masing-masing. Kalau Mas Tommy menang, saya suka kasih selamat lewat pesan singkat.
Apa target Jauza ke depan?
Dalam beberapa tahun ke depan, saya berharap lebih berprestasi. Kalau bisa pelatnas, siapa yang tidak mau masuk pelatnas? Saat ini di nomor tunggal dan ganda putri, tetapi saya lebih suka di tunggal putri.