Bertempat di GOR Sudiang Makassar, dari 11 wakil Sulsel yang bertarung sedikitnya ada sembilan pebulutangkis yang harus tersingkir.
Sisa dua pebulutangkis tuan rumah yang lolos karena berhadapan dengan sesama wakil Sulawesi Selatan.
Kekalahan pertama dialami Iksan asal Yanti Jaya Makassar saat menghadapi unggulan pertama Andrew Susanto.
Wakil Sawendah BC ini berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu kandidat juara setelah menang dua set langsung 21-10 dan 21-9.
Hasil kurang memuaskan juga diraih Doni Pratama (Mutiara Makassar) yang gagal mengatasi perlawanan Isna Sakti Maulana (Surya Baja Surabaya) dengan skor yang cukup jauh yakni 21-8, 21-1.
Sementara Renaldy dari klub Subur Makassar yang tidak harus melalui babak kualifikasi juga harus mengaku keunggulan Hanifan Yulaf asal Mutiara Bandung dengan dua set langsung 21-5,21-9.
Di pertandingan lain, Suryadi dari Fila Watch Makassar juga mengalami nasib serupa setelah kalah dari wakil Jaya Raya Jakarta, Assyif Alfi Ramadhan, dengan 21-7,21-11.
Begitupun dengan Raka Andhika, Indra Wijaya, serta Ahmad yang juga harus mengakui kualitas lawan-lawannya di Sirnas 2014.
Wakil Ketua PBSI Sulsel Atman Amir, mengatakan atlet Sulsel memang secara mental dan pengalaman masih kalah dari pebulutangkis dari Pulau Jawa.
Pada pelaksanaan Sirnas Makasar 2014, Pengprov PBSI Sulsel sejak awal tidak berani memberikan target tinggi.
Sulsel sebagai tuan rumah bahkan hanya menargetkan mencapai babak perempat final khususnya untuk kategori taruna.
Target tersebut, kata dia, memang yang paling realistis tercapai jika melihat kualitas lawan yang akan dihadapi serta pencapaian atlet diberbagai ajang sebelumnya.
Pengprov PBSI Sulsel pada dasarnya juga memiliki pebulutangkis taruna yang cukup menjanjikan yakni Randy Prakoso.
Namun atlet PON 2012 itu pada Sirnas perdana ini akan turun di kategori dewasa yang jauh lebih ketat.
"Randy yang memperkuat ICLI Gowata berhasil meraih kemenangan pada laga pertamanya hari ini. Mudah-mudahan pada pertandingan selanjutnya tetap menjaga penampilannya," kata Atman Amir.