Wakil Ketua PBSI Sulsel, Atman Amir mengatakan, lebih memfokuskan untuk kategori putri karena prihatin dengan sulitnya tim Indonesia mendapatkan pebulutangkis putri yang dapat bersaing di kejuaraan dunia.
"Kami berharap dengan kejuaraan ini menjadi awal dari kebangkitan pebulutangkis putri baik di tingkat nasional hingga internasional ke depan," kata Atman.
Untuk pelaksanaan Celebes Open 2014, tetap akan mempertandingkan sejumlah kategori mulai dari nomor pemula, taruna dan remaja. Pihaknya juga berupaya melaksanakan kejuaraan ini secara rutin agar bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan atlet.
Menurut dia, pelaksanaan turnamen yang "unik" ini diharapkan bisa diikuti sekitar 300 peserta. Pihaknya juga meminta dukungan seluruh pengcab dan klub bulutangkis untuk bisa menyukseskan kejuaraan tersebut.
"Untuk masalah teknis lainnya masih akan kita rapatkan bersama seluruh pengurus. Kami juga berharap dengan kegiatan ini dapat melahirkan bibit atlet putri yang bisa mengharumkan nama Sulsel ataupun Indonesia," jelas Atman.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir mengapresiasi komitmen Pengprov PBSI Sulsel terhadap peningkatan prestasi bulutangkis di Sulsel. Pihaknya juga berharap dengan kejuaraan ini membuat kualitas atlet semakin meningkat.
Jika berbicara prestasi, tim bulutangkis Sulsel sejauh ini memang belum dapat berbicara banyak. Bahkan dalam beberapa pelaksanaan PON, selalu gagal menyumbangkan medali bagi kontingen Sulsel.
Kondisi itupun yang membuat KONI Sulsel tidak memasukkan cabang bulutangkis sebagai olahraga unggulan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016.
Namun demikian, kata mantan Sekum KONI Sulsel ini, hal itu bisa saja berubah. Apalagi belakangan ini mulai bermunculan pebulutangkis muda yang masih bisa berkembang dan bersaing dengan pebulu tangkis dari Pulau Jawa.