Indonesia memastikan satu tempat di final Malaysia Grand Prix Gold 2014. Satu tempat itu menjadi milik ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Meskipun tak diunggulkan, Praveen/Debby sukses melibas unggulan utama asal Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo, 21-18, 14-21, 21-9.
“Kami memang ingin mengalahkan unggulan pertama. Meskipun mereka diunggulkan, bukan berarti mutlak yang dijagokan yang akan menang, kami pikir bahwa peluang kami tetap ada. Kami belum merasa senang dengan kemenangan ini, soalnya masih ada satu tugas lagi di final, kalau sudah juara baru senang,” kata Praveen kepada badmintonindonesia.org.
Praveen/Debby sempat ketinggalan di game pertama 3-7. Perlahan pasangan Indonesia menyusul perolehan angka. Saat berhasil menyamakan kedudukan 14-14, Praveen/Debby menekan Danny/Vanessa dengan balik unggul 17-15 dan akhirnya merebut game pertama.
Pada game kedua, Praveen/Debby lagi-lagi tertinggal jauh 2-9. Praveen/Debby tampak kewalahan di game kedua, keduanya seringkali membuat kesalahan sendiri dan hal ini tentunya semakin menguntungkan buat Danny/Vanessa.
“Di game pertama, lapangan kami menang angin, jadi enak buat kami untuk melakukan serangan, terutama Praveen. Sayang di game kedua kami kalah start, lapangan kami juga kalah angin, jadi permainan kami lambat,” tutur Debby usai pertandingan.
Di game ketiga, mengawali permainan dengan baik, Praveen/Debby terus melaju hingga 13-6. Keadaan ini membuat Danny/Vanessa semakin tertekan dan sulit untuk mengejar ketertinggalan yang begitu jauh. Pasangan Singapura ini pun terus membuat kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.
Dengan kemenangan Praveen/Debby, Indonesia membuka peluang untuk menciptakan partai all Indonesian final jika Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja bis amengalahkan Lu Kai/Huang Yaqiong.