Pada nomor tunggal putri, Adrianti Firdasari gagal meraih gelar juara setelah dikalahkan unggulan kedua dari Cina, Yao Xue dengan dua game langsung 18-21,8-21 dalam waktu 34 menit.
"Meskipun belum bisa juara, saya bersyukur bisa ke final. Dalam perjalanan ke final, pemain yang saya kalahkan juga pemain yang lumayan bagus. Puas sih belum, karena tiap pemain maunya pasti juara, tetapi saya bersyukur dengan hasil ini. Ternyata saya masih bisa," kata Firda.
Peluang Firda untuk memenangka game pertama sebetulnya sangat terbuka. Firda sudah memimpin perolehan angka dan unggul jauh 13-6. Namun kesalahan demi kesalahan dilakukannya. Yao pelan-pelan mulai mengejar perolehan angka dan balik unggul 17-16.
"Saat unggul, saya terburu-buru ingin menguasai permainan depan, Tetapi di depan net seringkali pukulan saya kurang tenaga sedikit, jadi tidak melalui net," katanya.
Pada game kedua, Firda tertinggal dulu 0-5. Penampilan Firda terus menurun dan kesulitan menghadapi permainan Yao dan terus tertinggal jauh hingga kedudukan 6-16.
"Pada game kedua, saya benar-benar tidak dapat mengeluarkan permainan saya karena terkontrol terus oleh lawan. Yao unggul di bola-bola depan dan ini menyulitkan saya, apalagi pukulannya juga tajam," katanya.
Pada nomor ganda campuran, pasangan Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto juga gagal meraih gelar juara setelah dikalahkan pasangan Cina Lu Kai/Huang Yaqiong dua game langsung 14-21,13-21.
Pada kejuaraan bulu tangkis berhadiah total 120 ribu dolar AS ini, Cina merebut tiga gela juara dari tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, Indonesia satu gelar di tunggal putra dan Singapura juga meraih satu gelar dari nomor ganda putra.