Jelang Piala Thomas & Uber

Makin Intim Saat Karantina

Selasa, 22 April 2014 09:22 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Genap seminggu tim bayangan Piala Thomas dan Uber Indonesia dikarantina di Kudus, Jawa Tengah. Karantina ini berlangsung di GOR PB Djarum, Jati pada 15 hingga 25 April 2014.

Selama dikarantina, seluruh atlet yang tergabung dalam tim bayangan berkumpul bersama menjalani program latihan khusus jelang perebutan supremasi bergengsi dunia tersebut.

Tak hanya mengikuti latihan teknik, tim juga dijadwalkan mengikuti program non teknik seperti pembekalan psikologi guna membangun ketahanan mental serta kebersamaan dan kekompakkan tim. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Rexy Mainaky serta Christian Hadinata selaku manajer tim Piala Thomas, terlihat turun langsung menangani latihan tim.

“Kami jadi lebih konsentrasi dalam latihan. Kami juga merasa kalau kebersamaan tim juga lebih erat,” ujar pebulutangkis, Hendra Setiawan.

Kepala pelatih tunggal putra Joko Suprianto juga mengungkapkan bahwa agenda karantina berdampak positif kepada tim.

"Para pemain bisa lebih saling mengenal rekan-rekan satu timnya. Kalau di Pelatnas ‘kan semua masing-masing, di sini semuanya bersama-sama. Kebersamaan sangat penting di kejuaraan beregu," ujar Joko.

"Selama di karantina terlihat jelas perbedaannya kalau anak-anak lebih fokus dan tidak terganggu hal-hal lain di luar latihan," ucap Joko menambahkan.

Usai mengikuti karantina selama sepuluh hari, para atlet akan langsung bertolak menuju Solo, Jawa Tengah, untuk mengikuti simulasi Piala Thomas dan Uber pada tanggal 26 April 2014.

Setelah itu tim akan mengikuti kegiatan team building di Bogor, Jawa Barat, pada 2-3 Mei 2014.