Pebulutangkis muda asal India yang mendapat kesempatan itu dari United Shuttlers Badminton Academy (USBA). Dalam sesi berbagi ilmu ini berlangsung sekitar 30 menit, pelatih Indonesia juga turun tangan.
Beberapa pebulutangkis Indonesia, seperti Hendra Setiawan, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka dan Berry Angriawan terlihat berperan layaknya pelatih saat memberi masukan kepada pebulutangkis muda India.
Dhruv Kumar merasa beruntung bisa latihan bersama Tommy Sugiarto. Pemain tunggal putra berusia 17 tahun mengaku sudah lama menantikan acara coaching clinic seperti ini, apalagi bersama tim bulutangkis Indonesia yang menurutnya punya peluang besar untuk meraih Piala Thomas 2014.
“Saya senang sekali ada acara seperti ini, kami bisa melihat latihan pemain Indonesia seperti apa dan apa saja yang mereka lakukan di latihan. Kami baru tahu kalau sebelum latihan, mereka pemanasan sampai 30 menit. Kami tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya,” ujar Dhruv.
Dhruv termasuk yang mengidolakan Simon Santoso. Menurutnya, permainan Simon terus meningkat, apalagi setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei.
“Simon bermain sangat cepat saat itu, sampai-sampai Lee Chong Wei tak punya kesempatan sama sekali. Saya yakin dengan kekuatan tim Piala Thomas Indonesia bisa memenangkan Piala Thomas,” dukung Dhruv.
Selesai coaching clinic, tim Thomas dan Uber berfoto bersama pebulutangkis muda. Tak lama setelah tim Indonesia makan siang di ruangan yang telah disiapkan, tim USBA memberi kejutan dengan menyanyikan lagu Kuch Kuch Hota Hai dan Koi Mil Gaya yang merupakan lagu India yang cukup populer di Indonesia.