Gagal Juarai Piala Thomas & Uber 2014

Anton: Indonesia Dapat Pelajaran

Selasa, 27 Mei 2014 14:43 WIB
Editor:
 Copyright:

Tim Thomas dan Uber Indonesia telah kembali ke Tanah Air setelah berlaga di India pada ajang Piala Thomas dan Uber. Pada ajang itu, kontingen Indonesia gagal mencapai target yang harus dicapai.

Tim Thomas Indonesia harus terhenti langkahnya di babak semifinal setalah takluk dari Malaysia. Sejatinya tim Thomas ditargetkan dapat merengkuh kembali gelar juara.

Sementara itu hasil yang kurang memuaskan juga diraih oleh tim Uber Indonesia. Srikandi Badminton Indonesia hanya mampu mencapai babak perempatfinal setelah mereka takluk dari tuan rumah India. Padahal mereka diharapkan dapat mampu menembus babak semifinal.

Meski kontingen Indonesia gagal membawa gelar juara, namun mereka mendapat banyak pelajaran berharga. Hal itu seperti terlontar dari Chief de Mission tim Thomas dan Uber Indonesia, Anton Subowo saat melakukan press conference di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Alhamdulillah, tim Thomas dan Uber kita dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Mengenai evaluasi hasil pertandingan memang kami tidak dapat mencapai target, namun tim kami sudah melakukan dengan semaksimal mungkin,” ujar Anton Subowo.

“Mereka kembali tidak dengan tangan kosong, mereka kembali dengan membawa pelajaran yang berharga,” lanjut Anton.

Tak hanya itu, dia kini berharap Indonesia dapat membalas kekalahan ini saat Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Thomas dan Uber pada tahun 2016 mendatang.

“Semoga dua tahun kedepan kita bisa menjadi tuan rumah perhelatan Thomas dan Uber. Kita saat ini sedang melakukan byding, mudahan-mudahan kita menang untuk menjadi tuan rumah. Dan bila kita menjadi tuan rumah kita optimis dapat merebut kembali piala Thomas dan Uber,” harap Anton.

“Jadi sebenarnya banyak pelajaran dan hasil berharga yang kita raih dari sana (India). Kita pulang membawa hasil yang positif,” tandas ia.