Gagal di Piala Thomas dan Uber 2014

Rexy: Indonesia Kurang Pemain Fighter

Selasa, 27 Mei 2014 16:48 WIB
Editor:
 Copyright:

Kontingen Indonesia dapat dibilang gagal total dalam perhelatan Thomas dan Uber 2014 di India. Prestasi Indonesia hanya datang dari tim Thomas yang hanya mampu sampai babak semifinal sebelum ditaklukan Malaysia.

Sementara tim Uber hanya mampu menjajaki kaki di babak perempatfinal. Firdasari cs terhenti langkahnya setelah dikalahkan oleh tim bulutangkis tuan rumah India.

Kegagalan Indonesia di India dinilai kurangnya mentalitas juara yang dimiliki oleh pemain. Hal itu sempat telontar oleh manajer tim Thomas, Christian Hadinata. Namun bagi Rexy selaku Kabid Pinpres PBSI permasalahan Indonesia tak hanya di mental.

Ditemui di bandara Soekarno Hatta saat melakukan jumpa wartawan, kontingen Indonesia dinilai kurangnya memiliki pemain bertipe fighter. Dia juga menilai kekuatan Indonesia kurang merata.

“Apa yang dinyatakan koh Chris (sapaan Christian Hadinata, Red) itu benar juga tentang mental. Namun pemain kita juga kurang fighter. Apa yang telah ditontonkan pemain kita kemarin mental sudah bagus, tapi jiwa bertarung mereka kurang,” ucap Rexy.

“Ini menjadi fokus utama kita, bukan saya menyepelekan masalah mental. Tapi banyak aspek yang harus kita betulkan,” tambah ia.

Rexy juga menggambarkan bagaimana perjuangan tim Thomas Jepang sehingga dapat menjadi juara. Bagi pemain yang selalu berpasangan dengan Ricky Subagja ini mental pejuang pemain Jepang yang membuat mereka dapat meraih gelar juara.  

“Jepang jadi juara karena mental juang mereka kuat. Tak hanya itu keuatan mereka disetiap sektor merata. Jadi pekerjaan rumah kita harus membuat setiap lini kekuatan kita merata. Tak hanya mengandalkan satu dua pemain,” tandas Rexy Mainaky.