Korea akan lebih dulu mengirim pemain-pemain muda mereka ke Indonesia. Kerjasama diawali dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) di Jakarta, Juni 2014.
Penandatanganan nota kesepakatan ini dihadiri Anton Subowo (Sekretaris Jenderal PBSI), Kim Joong Soo (Chief Executive Director BKA) dan Peter Tarcala (BWF's Chair of Events).
“Kerja sama ini kami buka dari adoption program. Karena Korea negara maju, makanya di awal ini kami mulai kerja sama dengan Korea. Korea juga sudah memulai kerjasama dengan Malaysia,” kata Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PBSI.
“Pihak Korea tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia yang merupakan salah satu negara bulutangkis,” jelas Rudy.
Delapan pemain putra dan delapan pemain putri asal Korea yang didampingi empat orang pelatih akan tiba di Indonesia pada 20 Agustus 2014. Tim pertukaran pemain perdana ini bakal menjalani latihan bersama pemain muda Indonesia di Cipayung, Jakarta, hingga 25 Agustus 2014.
Selanjutnya tim akan bertolak ke Surabaya, Jawa Timur, guna mengikuti kejuaraan Jaya Raya Junior International Challenge 2014 yang bakal digelar pada 26-31 Agustus 2014 di GOR Sudirman.
Indonesia rencananya akan mengirim atlet-atlet muda ke Korea pada Januari 2015 2014. PBSI bakal mengadakan seleksi untuk memilih 20 atlet yang akan diberangkatkan ke Korea. Indonesia akan mengikuti program pertukaran atlet junior bersama tim Malaysia.
“Pada Januari itu di Korea sedang musim dingin. Kami berharap para atlet bisa merasakan dan menyesuaikan diri kalau bertanding di negara bermusim dingin,” ujar Rudy.
Pertukaran pemain junior memiliki banyak manfaat bagi kedua belah pihak. Korea merupakan negara yang memiliki prestasi bagus di panggung bulutangkis dunia. Sebagai negara maju, Korea memiliki program sport science yang didukung teknologi mutakhir.