Asian Games 2014

Asa Terakhir Indonesia Rebut Emas

Senin, 29 September 2014 11:27 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Selain ganda campuran, final bulutangkis perorangan yang masih akan bertanding adalah tunggal putra. Nomor ini menjadi milik China dengan keberadaan dua wakilnya.

Di ganda campuran, wajah Indonesia akan diwakili oleh pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. China mengirim urutan pertama dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Sebelum duel Zhang/Zhao versus Tontowi/Liliyana, Indonesia dan China sudah berbagi dua emas dari empat nomor yang disediakan.

Indonesia mengoleksi dua medali emas lewat dua nomor berpasangan, yaitu ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ganda putra.

China yang mendominasi nomor tunggal dalam 10 tahun terakhir meneruskan dominasi dengan keberhasilan Wang Yihan di tunggal putri. Dua jagoan tunggal putra China, yaitu Lin Dan dan Chen Long akan saling mengalahkan demi keping emas.

Pertemuan Tontowi/Liliyana melawan Zhang Nan/Zhao Yunlei hampir pasti akan berlangsung ketat dan panas. Apalagi Zhang/Zhao ingin membalas kekalahan di final All England 2014. Sebelum final Asian Games 2014, kedua pasangan sama kuat dalam 10 duel terakhir dengan 5 kemenangan dan 5 kekalahan.

“Walaupun kami menang di pertemuan terakhir, namun kami tetap menganggap kedudukan 0-0 lagi. Jadi kami mulai dari awal. Kami tidak mau lengah karena kemenangan sebelumnya. Zhang/Zhao adalah pasangan yang banyak pengalaman, permainannya matang,” kata Liliyana.

“Fokus dan konsentrasi adalah hal utama. Ini yang paling kami utamakan saat melawan pasangan China,” tegas Tontowi yang tetap belajar dari kemenangan 21-13 dan 21-17 di final All England di Birmingham, Inggris, Maret 2014.

Hal lain yang makin melecut Tontowi/Liliyana untuk berjaya di Asian Games 2014 adalah kegemilangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan kesuksesan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Saat tidak diunggulkan, Greysia/Nitya menjadi penyumbang medali emas pertama bagi Indonesia. Emas kedua Indonesia berasal dari ganda putra Hendra/Ahsan.

“Pasti kami termotivasi dengan prestasi Greysia/Nitya dan Hendra/Ahsan. Apalagi Greysia/Nitya tidak ditargetkan medali emas bisa juara. Seharusnya kami yang ditargetkan medali emas juga bisa. Semoga kami bisa menyusul sukses mereka,” doa Liliyana meluncur.

1