Indonesia Sulit Pertahankan Emas Olimpiade

Rabu, 8 Oktober 2014 09:48 WIB
Editor: Jhon Purba
© Herry Ibrahim/indosport
Rexy Mainaky. Copyright: © Herry Ibrahim/indosport
Rexy Mainaky.

Hal lain yang menjadi dasar prediksi Rexy Mainaky adalah sebagian besar atlet terlempar dari rangking dunia. Rexy mengemukakan kelemahan Indonesia terletak pada kualitas atlet. Sejumlah atlet yang produktif (20-30 tahun) terbilang tidak sebaik generasi sebelumnya.

“Indonesia sebagai negara bulutangkis kini tidak bisa lagi bicara emas untuk setiap perhelatan olimpiade, tapi untuk hanya sekadar medali perak dan perunggu masih ada peluang," kata Rexy di Jakarta, Rabu (08/10/14).

Menurut Rexy, hal ini juga dipengaruhi faktor eksternal, yakni kemunculan negara kekuatan baru bulutangkis, seperti Thailand, India, Spanyol, Jepang dan Taiwan.

“Sulit untuk berharap pada generasi saat ini. Tapi untuk pemain lapis ketiga yang saat ini sedang digodok di pelatnas justru sebaliknya. Jika benar-benar dibina, bisa jadi Indonesia akan sapu bersih emas pada Olimpiade 2020,” ujar Rexy.

Untuk menjaga peluang, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) harus melakukan terobosan dalam pembinaan dan pelatihan atlet sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari Korea Selatan dan China.

Pemerintah, PBSI dan swasta harus bersinergi dalam mengembangkan industri olahraga sehingga muncul suatu liga profesional bulutangkis yang dapat dijadikan sarana peningkatan kualitas atlet.

“Tidak bisa lagi berpikir, saya latihan begini jadi atlet muda juga harus begini. Zaman sudah berubah, mau tidak mau harus menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta industri olahraga," tegas Rexy.

Prestasi bulutangkis Indonesia semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir meski tetap mempertahankan tradisi meraih medali emas olimpiade. Di sektor tunggal putra, hanya Tommy Sugiarto yang menembus 10 besar rangking BWF dengan berada pada urutan ke-5.

Wakil Indonesia lain di rangking BWF, yakni ganda putra Hendra Setiawan/M Akhsan di urutan kedua dan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang berada urutan ke-10. Pasangan campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir menempati peringkat ke-4 BWF.

3