Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sempat tampil kurang apik pada game pertama. Banyak kesalahan yang berbuah poin bagi lawan.
"Pada game pertama, kami terlalu terburu-buru. Kami ingin cepat dapat poin, tapi malah beberapa kali dapat bola mati. Seharusnya kami mengatur permainan dulu kemudian menyerang. Pada game kedua, kami dapat posisi enak untuk menyerang," kata Hendra dilansir Humas dan Media Sosial Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Hendra/Ahsan tidak menyerah meski sempat tertinggal 18-20 pada game pertama. Keduanya kembali melancarkan serangan ke area pertahanan Cai/Lu hingga mereka mengamankan game pertama.
"Pasangan China itu punya pukulan kencang, mereka juga berani untuk mendahului bola-bola depan. Sedangkan respon kami masih lambat," kata Ahsan.
Di nomor yang sama, Marcus Fernaldi Gideon/Markis Kido menghantam pasangan Jerman Max Schwenger/Josche Zurwonne pada babak kedua dengan skor 21-7, 21-18.
Sementara di nomor ganda putri, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta dipaksa menyerah oleh unggulan delapan asal China Wang Xiaoli/Fu Yang 19-21, 16-21 pada babak kedua.
Kekalahan yang sama juga dialami wakil Indonesia di nomor tunggal putra. Perjuangan Dionysius Hayom Rumbaka menuju babak perempatfinal harus berakhir di tangan tunggal putra India Kashyap Parupalli.
Hayom dipaksa menyerah setelah bermain tiga game selama 70 menit dengan skor akhir 17-21, 21-17, dan 20-22.
Dari hasil pertandingan babak kedua, empat wakil Indonesia untuk dua nomor berhasil menuju laga delapan besar.
Empat wakil Indonesia itu adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon untuk nomor ganda putra.
Kemudian, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili untuk nomor ganda campuran.