"Saya dan Nitya harus bermain lebih pintar lagi. Tidak boros ikut banyak pertandingan, tapi harus bisa mengatur strategi perolehan poin," kata Greysia selepas bertanding untuk tim putri Jaya Raya Jakarta dalam turnamen Djarum Superliga Badminton 2015 di GOR Lila Bhuana Denpasar Bali, seperti dikutip dari Antara.
Pasangan peraih medali emas ganda putri pada Asian Games 2014 di Korea Selatan itu masih berharap dapat melatih mental menghadapi tekanan saat bertanding selain strategi permainan.
"Pesaingnya bukan hanya atlet-atlet dari China, tapi juga dari Jepang dan Korea Selatan," kata Greysia yang menempati peringkat sembilan pada 22 Januari 2015 dalam catatan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) itu.
Greysia berharap Indonesia dapat menempatkan dua wakilnya dalam dua nomor yang berbeda pada cabang bulutangkis di pesta olahraga terbesar di dunia itu.
"Kepercayaan diri kami tentu bertambah setelah Asian Games, tapi itu sudah menjadi sejarah. Sekarang bagaimana kami bisa mengulang keberhasilan itu," katanya.
Atlet berusia 27 tahun itu mengaku bermain dan meraih kemenangan secara konsisten menjadi targetnya bersama Nitya sepanjang 2015.
"Kami bersiap menghadapi turnamen All England nanti, setelah kami kembali dari Superliga ini kami akan mendiskusikannya," kata pebulutangkis asal Jaya Raya Jakarta itu.