Jika saja Praveen/Debby bisa menang, maka harapan untuk mewujudkan all Indonesian final bisa tercapai di nomor ganda campuran. Kekalahan atas unggulan asal Tiongkok pun membuat pasangan ini merasa tak puas.
“Hari ini permainan saya kurang keluar. Dari game pertama sudah ditekan duluan sama Zhang/Zhao. Selanjutnya pengen nyoba-nyoba tetap tertekan terus,” kata Praveen seperti dilansir dari website resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
“Kami kurang puas dengan permainan hari ini, kami telat panasnya. Di game pertama saja kami baru bisa keluar pas ketinggalan 11-20. Jadinya sudah susah mengejar lagi,” kata Debby.
“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan mereka. Di pertandingan hari ini kami merasa, harusnya bisa lebih baik. Tapi ternyata kami terus mendapat tekanan di lapangan. Kaki saya juga di awal terasa lambat untuk memulai,” tutur Praveen.
Meskipun tak puas dengan penampilan mereka kali ini, Praveen/Debby mengaku tetap bersyukur. Capaian mereka pada turnamen Yonex All England Open tahun ini mengalami peningkatan dari sebelumnya.
Tahun lalu, Praveen/Debby harus angkat koper lebih awal di ajang tersebut. Keduanya kalah di babak kualifikasi saat takluk atas pasangan asal Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl, dengan skor 12-21 dan 14-21.
“Terus terang kami tidak puas dengan hasil hari ini. Tapi, apapun itu tetap kami syukuri. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” tutup Debby.